Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
4
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
5
Ringankan Beban Wali Murid, Pemkot Pekanbaru Kucurkan Rp13 Miliar Lanjutkan Program Seragam Gratis
Balai Kota
6 jam yang lalu
Ringankan Beban Wali Murid, Pemkot Pekanbaru Kucurkan Rp13 Miliar Lanjutkan Program Seragam Gratis
6
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Home  /  Berita  /  Gelanggang
53rd FIG Artistic Gymnastics World Championships 2025

Timnas Gimnastik Indonesia Tampil dengan Bawa Jaket Sang Kawan

Timnas Gimnastik Indonesia Tampil dengan Bawa Jaket Sang Kawan
Timnas Gimnastik Putra Indonesia berfoto dengan jaket Almarhum Naufal Takdir Al Bari usai tampil di babak kualifikasi. (JAGOC)
Selasa, 21 Oktober 2025 13:27 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Langkah Abiyu Raffi dan kawan-kawan saat menapaki lapangan Indonesia Arena Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, berbalut tantangan, harapan, dan kenangan.

Tampil di kualifikasi Kejuaraan Dunia Gimnastik Artistik Ke-53, Senin (20/10), Timnas Gimnastik Putra Indonesia membawa serta jaket rekan setimnya, Naufal Takdir Al Bari.

Naufal seharusnya berdiri dan berjuang bersama mereka, hari ini. Namun, takdir berkata lain. Naufal menghembuskan napas terakhir saat menjalani pemusatan latihan di Penza, Rusia, 25 September lalu. Naufal wafat di usia 19 tahun.

Abiyu dan kawan-kawan tak lantas meninggalkan memori tentang Naufal begitu saja. Dengan jaket Naufal di tangan dan dibentangkan di hadapan hadirin, Abiyu berharap semangat Naufal tetap menyala bersama tim.

"Harusnya, kita sama-sama dia juga (di sini). Tapi ya sudah, kita tetap harus berjuang," ujar anggota tim putra lainnya, Agung Akbar.

Tim putra Indonesia yang berada di subdivisi 7 belum mampu melangkah ke babak final.

Tampil sebagai satu-satunya gymnast putra Indonesia di nomor all around, Abiyu berada di posisi ke-48. Rekannya, Satria Tri Wira Yudha bertanding pada empat aparatus, yakni vault, parallel bars, high bar, dan floor exercise. Sedangkan Agung dan Joseph Judah Hatoguan tampil hanya di pommel horse.

Dengan hasil itu, Abiyu, Satria, Agung, dan Joseph sepakat bahwa kesempatan tampil di Kejuaraan Dunia menjadi pengalaman berharga, membawa cita-cita dan semangat sang rekan untuk terus menumbuhkan harapan. ***

wwwwww