Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
6 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
5
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Kapten Ulsan FC: Shin Tae-yong Pembohong. Kebenaran akan Segera terungkap

Kapten Ulsan FC: Shin Tae-yong Pembohong. Kebenaran akan Segera terungkap
Pemain Ulsan FC menirukan gaya permainan golf. (Asianfootball)
Minggu, 19 Oktober 2025 13:58 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Kisah panas pemecatan Shin Tae-yong dari kursi pelatih Ulsan Hyundai FC belum juga padam. Justru makin menyala. Kali ini, kapten tim Lee Chung-yong menyalakan api dengan pernyataan keras yang menohok sang mantan pelatih:

Shin Tae-yong resmi dipecat hanya 62 hari setelah diangkat sebagai pelatih Ulsan Hyundai FC—periode yang bahkan belum cukup panjang untuk menata ritme ruang ganti.

Catatan dua kemenangan, empat hasil imbang, dan empat kekalahan menjadi statistik yang terlalu dingin untuk menyelamatkan posisinya. Namun, di balik angka-angka itu, ada bara di balik ruang ganti.

Shin sempat menuding para pemain senior tidak menghormatinya. Ruang ganti disebutnya tak lagi kondusif. Namun tudingan itu langsung berbalik menyerang dirinya sendiri. Sebuah retak yang tak bisa ditambal. Puncak drama terjadi ketika Lee Chung-yong melakukan selebrasi dengan gestur memukul bola golf setelah mencetak gol ke gawang Gwangju. Sebuah simbol yang tak butuh terjemahan.

Selebrasi itu diyakini mengarah langsung kepada Shin Tae-yong, setelah sebelumnya beredar foto sang pelatih membawa peralatan golf di bus tim saat laga tandang. Sebuah momen yang dianggap “tidak pantas” oleh sejumlah pemain—dan menjadi bahan gunjingan internal.

Shin memang sempat membantah tudingan itu, menyebut semuanya hanyalah kesalahpahaman. Tapi klarifikasi panjang yang ia tulis di Instagram justru menjadi bensin yang disiram ke bara konflik.

Alih-alih meredakan situasi, para pemain Ulsan malah semakin terbuka dalam sikap mereka: tidak percaya lagi. “Ini bukan saat untuk berdebat,” kata Kim Young-gwon, pemain senior yang juga ikut menegaskan perlawanan diam dari kubu pemain.

“Ketika musim berakhir, orang-orang akan tahu apa yang sebenarnya terjadi.”

Ulsan kini berada di posisi ke-9 klasemen, berjarak tipis dari zona degradasi. Namun, alih-alih membahas taktik dan formasi, tim justru terbelah oleh kisah drama antara pelatih dan pemain. Nama, Shin Tae-yong kini jadi pusat kontroversi di Ulsan dan publik Korea. ***

wwwwww