Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
7 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Keuangan

Uang Pemerintah Diduga Disimpan di Deposito Rp285,6 Triliun, Purbaya: “Ini Aneh, Kita Akan Selidiki”

Uang Pemerintah Diduga Disimpan di Deposito Rp285,6 Triliun, Purbaya: “Ini Aneh, Kita Akan Selidiki”
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Sabtu, 18 Oktober 2025 06:50 WIB

JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyoroti temuan mengejutkan soal dana pemerintah pusat senilai Rp285,6 triliun yang diduga disimpan dalam bentuk deposito di sejumlah bank. Ia menilai penempatan dana tersebut janggal dan berpotensi merugikan negara.

“Kalau saya mau kritik, ini agak aneh. Pemerintah pusat banyak uangnya, ya. Desember 2024 yang di simpanan berjangka Rp204,2 triliun, tahun sebelumnya Rp204,1 triliun, dan Agustus 2025 naik jadi Rp285,6 triliun. Uang apa itu? Nanti akan kami investigasi,” ujar Purbaya dalam keterangannya, Jumat (17/10/2025). 

Menurutnya, lonjakan simpanan tersebut tidak wajar mengingat pemerintah masih aktif menerbitkan utang negara. “Kalau saya masih berutang lewat obligasi, sementara uang pemerintah parkir di deposito dengan bunga rendah, ya negara jelas rugi,” tegasnya.

Purbaya menjelaskan, dirinya sudah meminta klarifikasi dari jajaran Kementerian Keuangan terkait asal-usul dana tersebut, namun belum mendapat penjelasan yang memuaskan. Ia menduga dana itu merupakan milik lembaga-lembaga di bawah kementerian atau entitas pemerintah lain yang sengaja ditempatkan di deposito untuk mendapatkan bunga. 

“Saya sudah tanya anak buah, jawabannya tidak tahu. Tapi saya yakin mereka tahu. Menaruh uang di deposito itu pasti untuk cari bunga,” ungkapnya.

Kemenkeu berencana menelusuri seluruh bentuk simpanan dana pemerintah, termasuk yang tercatat di bank-bank komersial nasional dan di Bank Indonesia. Purbaya menilai, sistem perbankan seharusnya memiliki penanda khusus untuk uang pemerintah agar asal-usulnya bisa dilacak dengan mudah. 

“Uang pemerintah seharusnya punya kode tersendiri dalam sistem perbankan. Bahkan dana yang tercatat di BI pun sebagian masih belum jelas statusnya,” ujarnya.

Selain berpotensi menimbulkan kerugian karena selisih bunga, Purbaya juga menduga adanya pihak-pihak yang mungkin mengambil keuntungan pribadi dari sistem penyimpanan dana tersebut.

“Itu jumlahnya besar sekali, dan kalau dibiarkan bisa menimbulkan potensi penyimpangan. Investigasi ini bukan untuk mencari siapa yang salah, tapi untuk memastikan pengelolaan uang negara benar-benar transparan,” katanya.

Ia menambahkan, penyelidikan ini akan dilakukan lintas direktorat untuk memastikan tidak ada dana pemerintah yang “mengendap” tanpa tujuan jelas. “Kita akan telusuri satu per satu. Kalau memang ada penyimpangan, pasti akan kami tindak,” tegasnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Keuangan
wwwwww