Coach Justin Prediksi PSSI Arahkan Timnas ke Pelatih Jepang: Lebih Realistis dan Sesuai Kultur
![]() |
| Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan President of Japan Football Association (JFA) Tashima Kohzo. (Foto: JFA) |
JAKARTA – Usai berakhirnya kerja sama PSSI dengan Patrick Kluivert, perhatian publik kini tertuju pada siapa sosok yang akan menahkodai Timnas Indonesia selanjutnya.
Pengamat sepak bola nasional Justinus Lhaksana, atau yang dikenal sebagai Coach Justin, memprediksi pelatih asal Jepang menjadi kandidat paling potensial menggantikan pelatih asal Belanda itu.
“Feeling saya, arahnya sekarang ke Asia. Kalau bukan Jepang, mungkin Korea, tapi yang paling realistis tetap Jepang. Hubungan PSSI dengan Jepang itu sudah lama dan mereka punya banyak pelatih bagus,” kata Justin saat dihubungi di Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Menurut Justin, keputusan PSSI mengakhiri era pelatih Belanda membuka peluang besar untuk melakukan pergeseran arah budaya sepak bola ke Asia Timur.
“Kalau semua pelatih Belanda sudah dicopot, ya pasti mau ubah pendekatan. Jepang bisa jadi pilihan ideal, karena kultur dan gaya mainnya bisa lebih nyambung sama pemain kita,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa PSSI tetap perlu berhati-hati dalam memilih pelatih baru, terutama karena mayoritas pemain inti Timnas Indonesia saat ini berasal dari Belanda atau berdarah Eropa.
“Ini yang agak tricky, karena sebagian besar pemain naturalisasi kita dari Belanda. Pelatih Asia, apalagi Jepang, punya gaya yang sangat disiplin dan berbeda. Jadi tinggal bagaimana mereka bisa nyatuin itu di ruang ganti,” jelasnya.
Selain pelatih Jepang, nama Jesus Casas, mantan pelatih Timnas Irak, juga ramai diperbincangkan sebagai kandidat kuat.
Casas dikenal sukses membawa Irak menjuarai Piala Teluk 2023 dan mencatat 20 kemenangan dari 33 pertandingan. Ia juga pernah menjadi asisten pelatih Timnas Spanyol di era Luis Enrique dan menjadi bagian dari tim teknis Barcelona ketika klub itu meraih treble winner 2015.
Menanggapi banyaknya rumor nama pelatih, Coach Justin menilai asal negara bukanlah ukuran utama. Yang terpenting, kata dia, adalah kesesuaian filosofi permainan dengan karakter Timnas Garuda.
“Gak penting dari mana asalnya. Mau Jepang, Spanyol, atau Korea, yang penting cocok sama gaya main kita dan ngerti kapasitas pemain Indonesia,” katanya.
Ia mencontohkan banyak negara yang juga mengganti pelatih lintas budaya, termasuk Arab Saudi yang memanggil kembali Herve Renard meski sempat berpisah.
“Kalau STY (Shin Tae-yong) dipanggil lagi pun gak masalah. Yang penting, keputusan PSSI logis dan sesuai kebutuhan, bukan karena tekanan,” tegasnya.
Coach Justin juga mengingatkan bahwa pelatih baru nanti sebaiknya tidak hanya fokus pada hasil jangka pendek, tetapi membangun sistem sepak bola nasional yang berkelanjutan.
“Pelatih itu bukan cuma urusan menang-kalah. Kita perlu yang ngerti pembinaan, sistem, dan karakter. Jepang itu kuat di situ, makanya saya rasa mereka paling cocok,” ujarnya.
Di sisi lain, publik menantikan langkah Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam menentukan arah baru Timnas Indonesia setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026.
Bagi Justin, ini saat yang tepat bagi federasi untuk memikirkan masa depan sepak bola nasional secara menyeluruh.
“Sekarang bukan waktunya coba-coba. Ini momentum buat bangun sistem, bukan cuma tim. Pelatih Jepang bisa bantu ke arah sana,” tutupnya. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Mimbar Bertuah |











