Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Garuda Tak Pernah Takut: Paes dan Idzes Siap Tumpahkan Keringat Demi Indonesia

Garuda Tak Pernah Takut: Paes dan Idzes Siap Tumpahkan Keringat Demi Indonesia
Kapten timnas Indonesia Jay Noah Idzes (kiri) ditantang oleh pemain Arab Saudi Aiman ??Yahya dalam pertandingan babak keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup B antara Arab Saudi dan Indonesia di Stadion Alinma Bank, King Abdullah Sports City, Jeddah.
Sabtu, 11 Oktober 2025 11:15 WIB

JAKARTA – Tidak ada kekalahan yang bisa memadamkan semangat mereka. Menjelang laga hidup-mati melawan Irak, dua penggawa Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Maarten Paes, berdiri tegak membawa pesan sederhana namun bermakna dalam: perjuangan ini untuk Indonesia.

Lewat podcast The Haye Way yang disiarkan Jumat (10/10/2025), keduanya berbicara dengan penuh keyakinan, memancarkan tekad yang lahir bukan dari ambisi pribadi, tetapi dari rasa memiliki terhadap negara yang mereka bela. 

“Kami tidak punya waktu untuk menyesali kekalahan. Kami datang ke sini untuk berjuang, bukan menyerah,” tegas Jay Idzes, sang kapten yang kini memperkuat klub Serie A, Sassuolo.

Idzes mengakui, kekalahan dari Arab Saudi masih terasa berat. Namun bagi pemain berusia 24 tahun itu, tugasnya sebagai kapten lebih besar dari sekadar bermain — ia harus menjaga api semangat di dalam tim. “Saya bilang ke teman-teman, lihat ke depan. Perjalanan ini belum berakhir. Kami masih punya kesempatan untuk membuktikan diri,” ujarnya.

Di sampingnya, Maarten Paes menatap lurus, suaranya tenang namun sarat emosi. “Setelah pertandingan, saya tidak bisa tidur. Tapi saya berpikir, mungkin inilah saatnya kami menunjukkan karakter. Kekalahan bisa jadi guru terbaik — asal kita belajar,” ucap kiper FC Dallas tersebut.

Paes menambahkan, semangat mereka tumbuh dari cinta para pendukung yang tak pernah berhenti percaya. “Saat melihat stadion diisi ribuan orang Indonesia, kami tahu kami tidak sendirian. Mereka datang jauh-jauh, membawa bendera, meneriakkan nama kami. Itulah alasan kami harus memberikan segalanya,” katanya.

Bagi Paes dan Idzes, bermain untuk Indonesia bukan sekadar karier, tetapi panggilan hati. “Kami mungkin tidak dilahirkan di Indonesia, tapi darah kami sekarang berwarna merah dan putih. Kami tahu arti simbol Garuda itu — tanggung jawab dan kehormatan,” ujar Idzes dengan nada tegas.

Kedua pemain itu sadar, laga melawan Irak di Ahad (12/10/2025) dini hari WIB bukan hanya pertandingan biasa. Ini adalah ujian bagi mental dan kebersamaan seluruh skuad Garuda. “Kami akan bermain seolah ini adalah pertandingan terbesar dalam hidup kami. Karena bagi kami, membela Indonesia sudah menjadi bagian dari siapa kami sekarang,” kata Paes.

Di akhir wawancara, keduanya menyampaikan pesan yang menggema di hati jutaan suporter. “Kami tidak bisa menjanjikan hasil, tapi kami bisa menjanjikan satu hal — kami akan berjuang sampai detik terakhir, untuk 280 juta rakyat Indonesia,” ujar Paes, menatap kamera dengan mata berkaca. 

Dan Idzes menutupnya dengan kalimat yang menegaskan makna sesungguhnya dari menjadi bagian dari Timnas Indonesia:

“Ketika pertandingan berakhir, kami ingin bisa menatap cermin dan berkata — kami sudah memberikan segalanya untuk negeri ini.” ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Gelanggang, Mimbar Bertuah
wwwwww