Penanganan Keracunan MBG Dipertanyakan, Polri Dinilai Abai
![]() |
| Ilustrasi (net) |
JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah kasus keracunan massal menelan ribuan korban di berbagai daerah. Hingga kini, tercatat 7.119 orang terdampak, namun aparat penegak hukum dinilai belum mengambil langkah nyata.
Mantan Anggota Ombudsman RI, Alvin Lie, menilai ada ketidakadilan dalam penanganan kasus ini. Menurutnya, publik wajar mempertanyakan sikap Polri yang terkesan lamban.
"Kalau keracunan terjadi di acara hajatan, polisi langsung memeriksa penyelenggara maupun katering. Tapi kasus MBG yang korbannya ribuan, justru sepi tindakan," ucapnya melalui akun X, Minggu (28/9/2025).
Keresahan masyarakat semakin besar karena kasus ini menyangkut program negara yang seharusnya menjamin makanan sehat dan aman. Alih-alih menyehatkan, ribuan orang justru jatuh sakit akibat konsumsi makanan dari program tersebut.
Pengamat menilai, penanganan yang tidak transparan berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Tanggung jawab negara untuk memastikan keamanan pangan disebut tak bisa ditawar, terlebih ketika keracunan massal sudah berulang kali terjadi dalam skala luas.
Hingga kini, publik masih menunggu langkah tegas aparat hukum dalam menyelidiki penyebab keracunan MBG, sekaligus menuntut akuntabilitas pihak penyelenggara agar kasus serupa tidak terulang. ***











