Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
16 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
19 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Kuliner

Disorot Netanyahu di PBB, Indonesia Tegaskan Masa Depan Timur Tengah Harus Dimulai dari Palestina

Disorot Netanyahu di PBB, Indonesia Tegaskan Masa Depan Timur Tengah Harus Dimulai dari Palestina
Presiden Prabowo Subianto memaparkan visi pemerintahan dalam Pidato Kenegaraan di hadapan anggota MPR, DPR, dan DPD di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025). (Foto: Dok. BPMI Setpres)
Sabtu, 27 September 2025 10:53 WIB

JAKARTA – Komentar Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyinggung pidato Presiden Indonesia Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum PBB ke-80 mendapat respons tegas dari Jakarta. Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menegaskan bahwa arah politik apa pun di Timur Tengah tidak bisa dilepaskan dari pengakuan kemerdekaan Palestina.

“Itu posisinya dia, saya jangan ditanya. Visi apa pun itu harus dimulai dari pengakuan terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Palestina. Kita tidak akan berbicara yang lain-lain selain itu,” kata Sugiono di Markas Besar PBB, New York, Jumat (12/9/2025).

Dalam pidatonya, Netanyahu menyebut mencatat “kata-kata penuh semangat” dari Presiden Prabowo dan menilai Indonesia, sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar, memiliki pengaruh besar di kawasan. Ia kemudian menawarkan visi kerja sama dengan Israel untuk membuka akses teknologi canggih di bidang pertanian, air, kesehatan, hingga kecerdasan buatan.

Namun, Netanyahu juga membantah tuduhan bahwa Israel membiarkan warga Gaza kelaparan. Ia mengklaim telah memasok jutaan ton makanan setiap hari, dan menuding Hamas sebagai pihak yang mencuri bantuan lalu menjualnya dengan harga tinggi.

Klaim tersebut segera dimentahkan data Kementerian Kesehatan Gaza. Hingga awal September 2025, korban meninggal akibat malnutrisi mencapai 404 jiwa, termasuk 141 anak. Dalam sebulan terakhir saja, 185 orang meninggal karena kelaparan—angka tertinggi sejak blokade Israel diperketat pada Maret.

Indonesia sendiri konsisten menyuarakan dukungan bagi Palestina di forum internasional. Presiden Prabowo sebelumnya menyerukan penghentian kekerasan di Gaza dan solusi damai yang adil. Menlu Sugiono menegaskan bahwa bagi Indonesia, tidak ada jalan keluar bagi krisis Timur Tengah tanpa pengakuan penuh atas kemerdekaan Palestina. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Kuliner
wwwwww