Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
22 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
3
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
4
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Cendekia

BNI Jadi Sasaran Sindikat, Rp204 Miliar Raib dengan Modus Rekayasa Satgas

BNI Jadi Sasaran Sindikat, Rp204 Miliar Raib dengan Modus Rekayasa Satgas
Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mengungkap kasus pembobolan bank senilai Rp 204 miliar yang dilakukan jaringan sindikat dengan modus mengakses rekening dorman dalam konferensi pers, Kamis (25/9/2025).
Jum'at, 26 September 2025 05:36 WIB

JAKARTA – Sindikat pembobol bank kembali beraksi dengan modus mengejutkan. Mengaku sebagai “Satgas Perampasan Aset”, kelompok ini berhasil memindahkan dana Rp204 miliar dari rekening dorman Bank BNI hanya dalam waktu 17 menit.

Direktur Dittipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Helfi Assegaf, menjelaskan para pelaku mendekati kepala cabang pembantu BNI di Jawa Barat sejak awal Juni 2025. Dalam pertemuan itu, mereka memaparkan peran masing-masing anggota sindikat, mulai dari persiapan hingga pembagian hasil.

Tidak hanya tipu daya, sindikat juga memakai ancaman. Kepala cabang dipaksa menyerahkan user ID aplikasi Core Banking System. “Apabila tidak mau melaksanakan, akan terancam keselamatan dirinya beserta keluarga,” ujar Helfi dalam konferensi pers di Mabes Polri, Kamis (25/9/2025).

Eksekusi dilakukan Jumat malam, akhir Juni 2025, setelah jam operasional bank berakhir. Waktu tersebut dipilih agar sistem deteksi bank tidak langsung membaca transaksi mencurigakan. Hasilnya, Rp204 miliar berpindah ke lima rekening penampungan lewat 42 transaksi kilat.

Untungnya, laporan pihak bank cepat ditindaklanjuti. Penyidik Subdit II Perbankan Dittipideksus segera berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri sekaligus memblokir aliran dana.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana sindikat kriminal mengombinasikan manipulasi psikologis, ancaman kekerasan, dan celah teknologi perbankan untuk melancarkan kejahatan berskala besar. Polisi menegaskan penyidikan masih berjalan untuk memburu seluruh anggota jaringan. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Cendekia
wwwwww