Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
19 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
22 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Kepentingan Pertahanan Semesta, Dorong Presiden Prabowo Perhatikan Semua Cabor Bela Diri

Kepentingan Pertahanan Semesta, Dorong Presiden Prabowo Perhatikan Semua Cabor Bela Diri
Ketua Umum PB MI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat menghadiri Kejurnas Muaythai 2025. (Ist)
Selasa, 16 September 2025 19:16 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MATARAM - Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI), yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan perhatian khusus kepada semua olahraga bela diri di Tanah Air.

Hal itu disampaikan LaNyalla saat membuka Kejurnas Muaythai 2025 yang berlangsung di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (16/9/2025). Event ini diikuti atlet Muaythai dari 15 Provinsi di Indonesia, dengan total peserta 250 atlet putra dan putri.

"Saya meminta kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memberi perhatian khusus kepada semua cabang olahraga bela diri yang ada di Indonesia. Baik itu Pencak Silat, Karate, Taekwondo, Judo, Tinju, Gulat dan tak terkecuali Muaythai," ujarnya tegas.

Menurut LaNyalla, cabang-cabang olahraga bela diri ini adalah bagian penting dari kepentingan Pertahanan Semesta. "Kita memiliki sumber daya manusia Indonesia yang memiliki keahlian bela diri. Yang sejatinya dapat dikonversi menjadi aset bela negara," paparnya.

Dalam kesempatan itu, LaNyalla mengingatkan semua Pengurus Provinsi Muaythai di Indonesia, untuk tegak lurus kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sebagai organisasi seluruh cabang olahraga prestasi di Indonesia.

"Sehingga, PB Muaythai Indonesia meminta pengurus dan atlet Muaythai di Indonesia untuk tegak lurus berada dalam naungan KONI sebagai pembina cabang olahraga prestasi. Karena PB Muaythai Indonesia berorientasi kepada olahraga prestasi," katanya.

Penegasan ini disampaikan lantaran ada Asosiasi Muaythai Tradisional Indonesia (ASMUTRI) yang menginduk kepada KORMI atau Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia.

"Mereka bukan cabang olahraga prestasi. Sehingga tidak boleh mengadakan turnamen atau kompetisi, apalagi mengikuti event resmi, baik di tingkat nasional, regional, maupun internasional. Oleh karena itu, saya ingatkan kepada para pengurus Pengprov dan Pengcab untuk tidak terlibat dalam kepengurusan ASMUTRI yang menginduk kepada KORMI," ujarnya.

Dengan alasan itu, pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI ini mengatakan harus melakukan restrukturisasi atau penggantian pengurus PBMI maupun Pengprov dan Pengcab Muaythai yang menginduk kepada KORMI melalui ASMUTRI.

"Sehingga kita tetap konsisten berada di jalur cabang olahraga prestasi. Bukan olehraga rekreasi," tegasnya. ***

wwwwww