Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
8 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Apartemen Nadiem Digeledah, Kasus Korupsi Laptop Rp9,3 Triliun Masuki Babak Baru

Apartemen Nadiem Digeledah, Kasus Korupsi Laptop Rp9,3 Triliun Masuki Babak Baru
Apartemen mantan Mendikbud Nadiem Makarim digeledah Kejagung. (cnn indonesia/adhi wicaksono)
Jum'at, 12 September 2025 21:18 WIB

JAKARTA – Skandal korupsi pengadaan laptop dalam Program Digitalisasi Pendidikan periode 2019–2022 terus berkembang. Kejaksaan Agung (Kejagung) baru-baru ini menggeledah apartemen milik mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, di Jakarta Selatan, dan menyita sejumlah dokumen yang kini menjadi bahan penyidikan.

“Penggeledahan dilakukan sekitar dua atau tiga minggu lalu. Tidak ada uang yang ditemukan, tetapi ada dokumen yang kini sedang kami dalami,” ujar Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, Jumat (12/9/2025).

Nadiem telah ditetapkan sebagai tersangka bersama empat orang lainnya: Mulyatsyah (eks Direktur SMP Kemendikbudristek), Sri Wahyuningsih (eks Direktur SD), Jurist Tan (mantan staf khusus Nadiem), dan Ibrahim Arief (mantan konsultan teknologi).

Program senilai Rp9,3 triliun ini seharusnya menyediakan 1,2 juta unit laptop untuk sekolah di seluruh Indonesia, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Namun, penggunaan Chromebook yang membutuhkan koneksi internet justru dinilai tidak sesuai dengan kondisi sekolah di wilayah 3T yang minim infrastruktur.

Dugaan kerugian negara mencapai Rp1,98 triliun, terdiri dari Rp480 miliar dari pengadaan software (CDM) serta Rp1,5 triliun dari mark up harga laptop. Proyek yang seharusnya mendukung kesetaraan pendidikan digital justru berubah menjadi kasus korupsi besar.

Penggeledahan apartemen Nadiem menjadi simbol bahwa penyidik mulai menelusuri bukti lebih dalam. Meski belum ada uang yang disita, dokumen yang diamankan diyakini akan membuka jalur baru dalam mengurai praktik penyimpangan di balik proyek ambisius ini.

Kini publik menunggu apakah langkah Kejagung akan mampu membongkar siapa saja aktor di balik skandal yang menodai nama baik program pendidikan nasional tersebut. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:Kabar Bertuah, Kampus, Cendekia, Pasar & Niaga, Balai Kota, Parlemen
wwwwww