Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Ultras Garuda Berduka, Seorang Anggota Meninggal Saat Dukung Indonesia di GBT

Ultras Garuda Berduka, Seorang Anggota Meninggal Saat Dukung Indonesia di GBT
Spanduk tulisan Ultras Garuda terpasang terbalik untuk menghormati salah satu suporter yang meninggal sebelum laga FIFA Matchday melawan Lebanon yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Senin (8/9/2025) malam.
Selasa, 09 September 2025 10:30 WIB

SURABAYA – Malam penuh semangat di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (8/9/2025), seketika berubah menjadi pilu. Seorang suporter setia Timnas Indonesia, Djalu Ariel Fristanto asal Lamongan, menghembuskan napas terakhirnya saat mendukung Garuda berlaga melawan Lebanon.

Djalu, yang datang sebagai bagian dari kelompok Ultras Garuda, mendadak tak sadarkan diri di tribune selatan akibat sesak napas. Ia sempat mendapat pertolongan medis di stadion lalu dibawa ke RSUD Bhakti Dharma Husada. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, langsung menyampaikan kabar duka setelah pertandingan berakhir. “Saya menyampaikan belasungkawa mendalam untuk almarhum Djalu Ariel Fristanto, fans setia Timnas Indonesia. Insyaallah saya akan melayat,” ucapnya.

Keesokan harinya, Erick bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melayat ke rumah duka. Lewat media sosial, Erick menulis: “Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Cinta dan semangatnya untuk Merah Putih akan selalu hidup dalam kenangan kita.”

Suasana stadion malam itu pun berubah drastis. Dari sorak sorai dukungan ribuan suporter, mendadak hening ketika Djalu digotong keluar menuju ambulans. Atmosfer duka terasa lebih kuat daripada hasil pertandingan yang berakhir imbang 0-0.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan hanya soal skor dan kemenangan, melainkan juga tentang rasa kebersamaan, keselamatan, dan cinta tulus dari para pendukungnya. Djalu berpulang, tetapi suaranya untuk Garuda akan selalu dikenang. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww