Home  /  Berita  /  Balai Kota

Dialog di Istana Negara, Pemerintah Ajak Mahasiswa Bicara Bebas dan Terbuka

Dialog di Istana Negara, Pemerintah Ajak Mahasiswa Bicara Bebas dan Terbuka
Mensesneg menerima perwakilan mahasiswa di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (4/9/2025) malam. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jum'at, 05 September 2025 05:38 WIB

JAKARTA – Pemerintah memberi sinyal keterbukaan dengan menjadikan Istana Negara sebagai ruang dialog antara pejabat dan mahasiswa. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mempersilakan perwakilan organisasi mahasiswa menyampaikan aspirasi mereka secara bebas tanpa harus terjebak diksi kaku.

Pernyataan itu disampaikan Prasetyo dalam pertemuan dengan lebih dari 30 organisasi kemahasiswaan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (4/9/2025) malam. Hadir pula Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, serta Wakil Mensesneg, Juri Ardiantoro.

“Saya tadi minta izin Bapak Presiden, bolehkah saya pinjam Istana untuk bertemu adik-adik mahasiswa? Presiden bilang silakan. Istana bukan milik presiden semata, tapi milik kita bersama. Jadi sampaikan saja apa yang menjadi kehendak adik-adik,” ujar Prasetyo.

Sementara itu, Brian menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam mengawal arah pembangunan bangsa. Ia menyebut generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga gerakan mahasiswa agar tetap sinergi dengan kemajuan negara.

“Tokoh mahasiswa seperti kalian akan ditunggu rekan-rekan lainnya, bagaimana arah gerakan ke depan. Kita harus bersama-sama membangun kebersamaan untuk memainkan peran masing-masing,” ungkap Brian.

Pertemuan tersebut dihadiri organisasi mahasiswa lintas kampus dan ekstra, mulai dari Himapolindo, BEM SI Kerakyatan, Fornasossmass, PB HMI, GMNI, GMKI, PMII, SEMMI, KAMMI, hingga Generasi Muda FKPPI. Kehadiran mereka menunjukkan adanya ruang terbuka yang ditawarkan pemerintah bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang.

Prasetyo menambahkan, pemerintah akan terus mempelajari dan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa. “Silakan sampaikan tanpa batasan kata atau istilah. Kami ingin mendengar secara langsung,” katanya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Kategori:Balai Kota
wwwwww