Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
5 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
5
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Luapan Sungai Batang Pulan Genangi Sawah Warga, Jembatan Darurat Hanyut

Luapan Sungai Batang Pulan Genangi Sawah Warga, Jembatan Darurat Hanyut
Puluhan hektare rumah di Pasaman terendam banjir. (foto: antara)
Kamis, 04 September 2025 10:10 WIB

LUBUK SIKAPING – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, memicu banjir di Nagari Alahan Mati Hilia, Kecamatan Simpati, Rabu (3/9/2025) sore. Sedikitnya 20 hektare sawah siap tanam milik warga terendam luapan air sungai.

Wali Nagari Alahan Mati Hilia, Sepri Imarial, mengatakan banjir juga merendam sejumlah rumah penduduk. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

“Ketinggian air bervariasi hingga 1,5 meter. Banjir juga menghantam jembatan darurat hingga hanyut. Padahal jembatan ini menjadi penghubung Kampung Marapak Kejorongan Guguak Salareh Aia dengan Nagari Alahan Mati Hilia,” jelasnya.

Banjir dipicu meluapnya Sungai Batang Pulan setelah debit air meningkat tajam. Sawah yang terendam merupakan lahan produktif yang sudah siap tanam, sehingga dikhawatirkan berdampak pada hasil panen warga.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pasaman, Desrianti, menyebut pihaknya tengah mengerahkan personel ke lokasi banjir.

“Tim sedang bersiap menuju lokasi. Kami imbau warga di bantaran sungai segera mengungsi untuk mencegah jatuhnya korban,” katanya.

Selain kerugian pertanian, hilangnya akses transportasi akibat hanyutnya jembatan darurat juga menjadi perhatian utama. Pemerintah nagari bersama BPBD berkoordinasi untuk langkah darurat penanganan banjir di wilayah tersebut. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Kategori:Warga Bertuah, Binawidya
wwwwww