Di Tengah Kritik Gaya Hidup DPR, Gerindra Instruksikan Anggotanya Fokus Turun ke Rakyat
![]() |
| Waketum Partai Gerindra Budisatrio Djiwandono |
JAKARTA – Fraksi Partai Gerindra DPR RI mengambil langkah drastis pasca gelombang demonstrasi yang menyoroti kemewahan wakil rakyat. Seluruh anggotanya kini dilarang bepergian ke luar negeri, baik untuk kunjungan kerja maupun agenda lain.
Ketua Fraksi Gerindra, Budisatrio Djiwandono, mengatakan instruksi itu langsung datang dari Ketua Umum sekaligus Presiden, Prabowo Subianto. “Tidak ada satu pun anggota Fraksi Gerindra yang boleh melakukan kunjungan luar negeri. Saat ini, mereka harus berada di tengah rakyat, mendengar dan menyerap aspirasi,” ujarnya, Sabtu (30/8/2025).
Lebih jauh, Gerindra juga menyatakan siap mengorbankan tunjangan DPR yang belakangan menuai kecaman. Budi menegaskan, evaluasi akan dilakukan agar tidak ada fasilitas yang mencederai rasa keadilan masyarakat. “Kami mendengar keluhan rakyat. Bila perlu, tunjangan itu dihentikan,” katanya.
Langkah ini menjadi respons langsung atas kemarahan publik. Gelombang aksi mahasiswa dan masyarakat dalam beberapa pekan terakhir dipicu laporan besarnya gaji dan tunjangan DPR yang bisa mencapai Rp250 juta per bulan, jauh dari rata-rata pendapatan warga. Bahkan, Mahfud MD menyebut angka sebenarnya bisa tembus miliaran rupiah tiap bulan.
Gerindra tampak ingin membuktikan diri berbeda dari partai lain dengan menekankan kedekatan dengan rakyat. ***| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Kategori | : | Parlemen |











