Api Demo Cirebon Bakar Motor Satpam, Imron: Saya Cuma Bisa Lihat dari Jauh
![]() |
| Seorang petugas keamanan (satpam) bernama Imron yang bertugas di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, harus kehilangan sepeda motor saat demo ricuh. |
CIREBON – Di balik kerusuhan dan kobaran api di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, Sabtu (30/8/2025), tersimpan kisah yang menyayat hati. Imron, seorang satpam yang sehari-hari menjaga gedung wakil rakyat itu, harus merelakan sepeda motor kesayangannya hangus dilalap api.
Motor itu bukan sekadar kendaraan, melainkan hasil jerih payah Imron menabung sedikit demi sedikit dari gajinya. “Motornya habis terbakar. Saya bingung bagaimana bisa bekerja tanpa kendaraan itu,” ucapnya dengan suara lirih, Minggu (31/8/2025).
Saat kerusuhan pecah, motor Imron sudah terparkir rapi di halaman gedung. Ia hanya bisa menyaksikan dari kejauhan ketika massa melempari gedung dengan batu dan botol, lalu api menjalar ke area parkir. “Saya tidak sempat menyelamatkan, hanya bisa melihat dari jauh,” katanya.
Selain motor milik Imron, kericuhan juga meninggalkan kerusakan besar di DPRD Cirebon. Dua pos keamanan terbakar, pagar di Alun-alun Pataraksa rusak, dan sejumlah inventaris kantor dijarah massa. Api berhasil dipadamkan oleh tim Damkar, tetapi kerugian belum bisa ditaksir.
Bagi Imron, kerugian itu terasa jauh lebih besar daripada nilai materi. Motor itu adalah satu-satunya alat transportasi untuk mencari nafkah, simbol kerja keras bertahun-tahun, yang kini hilang seketika karena amarah massa yang tak terkendali.
Kerusuhan yang awalnya dimaksudkan untuk menyuarakan aspirasi justru menyisakan luka baru—terutama bagi rakyat kecil yang tak punya kuasa, seperti Imron. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | liputan6.com |
| Kategori | : | Warga Bertuah |











