Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
7 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
14 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Cendekia

Pria di Pekanbaru Meninggal Usai Dugaan Dianiaya Anggota TNI AL, Keluarga Cari Keadilan

Pria di Pekanbaru Meninggal Usai Dugaan Dianiaya Anggota TNI AL, Keluarga Cari Keadilan
Ilustrasi sejumlah prajurit TNI AL dan AU berbaris (net)
Selasa, 26 Agustus 2025 15:00 WIB

PEKANBARU – Kasus kematian seorang pria berinisial GS di Pekanbaru kembali menambah daftar panjang dugaan kekerasan aparat. GS meninggal dunia pada Sabtu (23/8/2025), sepekan setelah diduga dianiaya oleh anggota TNI AL berinisial MZ.

Insiden bermula Jumat (15/8/2025) ketika GS dituduh melakukan pencurian. Ia kemudian dibawa oleh MZ ke kantor polisi untuk diproses hukum. Namun sehari setelahnya, GS dipulangkan ke rumah dalam keadaan lemah. Kondisinya semakin memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Tunggul, membenarkan keterlibatan prajuritnya dan memastikan proses hukum berjalan. "Jajaran TNI AL di wilayah Dumai ikut membantu penyidikan. Personel yang diduga terlibat sudah diamankan oleh Polisi Militer Angkatan Laut," jelasnya, Selasa (26/8/2025).

Menurutnya, kasus ini harus ditangani secara profesional dan transparan. "Kami menegaskan bahwa penanganan dilakukan sesuai ketentuan hukum demi menjamin rasa keadilan bagi seluruh pihak," tegasnya. 

Saat ini, Polisi Militer Angkatan Laut (Denpom Lanal Dumai Tengah) tengah mengumpulkan keterangan serta bukti dari laporan keluarga korban melalui advokatnya. Pelaku MZ masih menjalani pemeriksaan intensif.

Kasus ini memicu reaksi publik karena menyangkut dugaan penyalahgunaan kewenangan aparat negara. Keluarga korban mendesak agar proses hukum dilakukan terbuka, sementara banyak pihak menyerukan agar TNI AL menunjukkan komitmen dalam menegakkan keadilan. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Kategori:Cendekia, Warga Bertuah
wwwwww