Influencer 32 Ribu Follower, Dwi Hartono Jadi Tersangka Otak Pembunuhan Bankir
![]() |
| Tampang empat aktor intelektual atau dalang dari insiden penculikan disertai pembunuhan terhadap kepala cabang bank di Jakarta berinisial IP. (dok. istimewa) |
JAKARTA – Popularitas di media sosial tak mampu menutupi peran kelam Dwi Hartono. Pria yang dikenal sebagai pengusaha bimbingan belajar dan influencer Instagram dengan lebih dari 32 ribu pengikut itu, kini ditetapkan sebagai otak penculikan dan pembunuhan MIP (37), kepala cabang bank BUMN Cempaka Putih.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menegaskan keterlibatan Dwi terungkap setelah penyelidikan intensif. "Benar, yang bersangkutan merupakan pengusaha bimbingan belajar dan aktif sebagai influencer," ujarnya, Selasa (26/8/2025).
Di media sosialnya, Dwi mempromosikan dirinya sebagai pengusaha properti, fesyen, hingga skincare. Ia kerap membagikan aktivitas bersama keluarga, berfoto dengan pejabat, dan mengunggah konten motivasi bisnis lewat kanal YouTube *Klan Hartono*. Namun, citra sukses itu bertolak belakang dengan kasus yang menjeratnya.
Dalam perannya, Dwi mengatur penculikan MIP yang dilakukan tiga orang suruhan di parkiran sebuah pusat perbelanjaan kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Sehari kemudian, jasad MIP ditemukan di Bekasi dengan kondisi mengenaskan: kaki, tangan, dan kepala dililit lakban hitam serta wajah dipenuhi lebam akibat benda tumpul.
Kapolsek Serang Baru, AKP Hotma Sitompul, menyebut jasad pertama kali ditemukan seorang penggembala sapi sekitar pukul 05.30 WIB. “Laporan awal datang dari warga setempat sebelum diteruskan ke pihak kepolisian,” jelasnya.
Pengakuan empat pelaku penculikan menyebut mereka dijanjikan Rp50 juta bila berhasil membawa korban. Namun hingga ditangkap, mereka hanya menerima uang muka.
Dalam kasus ini, delapan orang diamankan. Empat di antaranya termasuk Dwi Hartono ditetapkan sebagai otak penculikan, sementara empat lainnya berperan sebagai eksekutor.
Jenazah MIP telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk autopsi sebelum diserahkan kepada keluarga. Sejumlah rekan kerjanya terlihat hadir untuk memberi penghormatan terakhir.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | liputan6.com |
| Kategori | : | Kabar Bertuah, Warga Bertuah |











