Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
8 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Hukum

Anggaran Pendidikan Disebut Bocor, Prabowo: Dari Pusat ke Daerah Angkanya Bisa Berkurang

Anggaran Pendidikan Disebut Bocor, Prabowo: Dari Pusat ke Daerah Angkanya Bisa Berkurang
Presiden RI Prabowo Subianto
Senin, 25 Agustus 2025 19:11 WIB

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan kekhawatirannya terkait kebocoran anggaran pendidikan yang seharusnya dialokasikan untuk memperbaiki sekolah di seluruh Indonesia. Meski memiliki anggaran jumbo, ia menilai distribusi ke daerah sering kali tidak sesuai dengan angka yang ditetapkan pusat.

Hal itu ia sampaikan dalam acara Pembekalan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (22/8/2025).

“Semua sekolah dasar, menengah, vokasi, sampai perguruan tinggi harus kita perbaiki. Kita ini salah satu negara dengan anggaran pendidikan terbesar di dunia,” ucap Prabowo.

Namun ia mengingatkan hadirin yang memberikan tepuk tangan agar tidak cepat puas.

“Jangan terlalu cepat tepuk tangan. Anggaran kita besar, tapi kebocorannya juga besar. Anggarannya sekian, tapi sampai ke sekolah sekian. Hilangnya di mana? Hangusnya di mana? Ini yang harus kita perbaiki,” tegasnya. 

Prabowo menekankan bahwa masyarakat di daerah lebih memahami persoalan ini karena langsung merasakan dampaknya. Ia juga menyebut persoalan kebocoran anggaran bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di negara lain.

Sebagai perbandingan, ia menyinggung pengalaman India. “Dulu, dari 100 rupee yang dialokasikan, hanya 15 rupee sampai ke rakyat. Sekarang sudah membaik, 100 bisa sampai 60,” ujarnya.

Presiden menegaskan, tata kelola anggaran pendidikan harus dibenahi agar benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan. “Kita ingin setiap rupiah yang dialokasikan untuk pendidikan bisa dirasakan langsung oleh sekolah dan anak-anak kita,” tandasnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Hukum, Binawidya
wwwwww