Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
13 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
3 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
3 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Ratusan Siswa di Sragen Keracunan Usai Santap MBG, Sekolah Libur Mendadak

Ratusan Siswa di Sragen Keracunan Usai Santap MBG, Sekolah Libur Mendadak
Rabu, 13 Agustus 2025 06:13 WIB

SRAGEN – Suasana sejumlah sekolah di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, mendadak mencekam. Ratusan siswa, guru, dan karyawan merasakan mual, pusing, hingga diare setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (11/8/2025).

Data pemerintah daerah mencatat ada 251 orang terdampak. Gejala mulai muncul sejak malam hingga dini hari, membuat kegiatan belajar di beberapa sekolah terpaksa dihentikan.

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, langsung meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah Gemolong dan SMP Negeri 1 Gemolong pada Selasa (12/8/2025). Ia memastikan penanganan korban dilakukan cepat dengan menyiagakan puskesmas selama 24 jam. 

"Kami mendapat laporan bahwa ada gejala keracunan dari sejumlah siswa di SD dan SMP di Gemolong. Data hari ini yang melaporkan diduga keracunan ada 251 orang," ungkapnya.

Sebagai langkah antisipasi, distribusi MBG dari penyedia wilayah Gemolong dihentikan sementara selama dua hari. Sampel makanan dikirim ke laboratorium di Semarang untuk memastikan penyebab keracunan.

Meski jumlah korban cukup besar, Sigit belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Namun, ia menegaskan seluruh hasil investigasi akan dilaporkan ke pusat pengelola program MBG. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota
wwwwww