Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
6 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Anggaran TNI Naik Jadi Rp166 Triliun, Pemerataan Pertahanan Jadi Prioritas

Anggaran TNI Naik Jadi Rp166 Triliun, Pemerataan Pertahanan Jadi Prioritas
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan Presiden RI Prabowo Subianto saat mengecek alutsista Mabes TNI di Jakarta.
Selasa, 12 Agustus 2025 15:15 WIB

JAKARTA – Penambahan enam Komando Daerah Militer (Kodam) di berbagai wilayah Indonesia bukan hanya simbol perluasan struktur TNI, tapi juga bagian dari strategi pemerataan kekuatan militer di seluruh nusantara. DPR RI memastikan, rencana ini akan diikuti dengan peningkatan anggaran pertahanan dari Rp136 triliun menjadi Rp166 triliun pada 2025.

Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menjelaskan bahwa enam Kodam baru yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto berada di Riau, Sumatera Barat, Lampung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Papua. Pembangunan ini dilengkapi pembentukan 20 Brigade Infanteri Teritorial dengan total 100 batalion, serta penambahan enam grup Kopassus.

“Penguatan ini tidak bisa dikerjakan instan, semuanya bertahap sesuai kemampuan anggaran. Tapi arah kebijakannya jelas: setiap wilayah punya kekuatan pertahanan memadai,” ujar TB di Senayan, Selasa (12/8/2025).

Kenaikan anggaran juga akan menyokong modernisasi alutsista dan pembinaan SDM militer, termasuk pendidikan perwira di akademi militer. “Melatih komandan peleton butuh waktu 3,5 tahun, begitu juga pemesanan alutsista yang minimal memakan tiga tahun,” jelasnya.

Detail penggunaan anggaran akan diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo dalam pidato di Sidang Tahunan DPR pada 15 Agustus mendatang. Menurut TB, selain faktor geopolitik global, pemerataan kekuatan militer juga menjadi alasan utama penambahan anggaran ini.

“Dengan langkah ini, kita ingin seluruh provinsi memiliki pertahanan yang seimbang, sehingga tak ada wilayah yang rawan karena kekurangan personel atau fasilitas,” tegasnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Cendekia, Balai Kota, Parlemen
wwwwww