Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
16 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
19 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Opini

Situs Megalitikum Gunung Padang Butuh Pemugaran Skala Raksasa Melebihi Borobudur

Situs Megalitikum Gunung Padang Butuh Pemugaran Skala Raksasa Melebihi Borobudur
Kondisi bebatuan di lokasi Situs Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (kompas.com/firman taufiqurrahman)
Senin, 11 Agustus 2025 07:53 WIB
CIANJUR – Rencana pemugaran Situs Megalitikum Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menghadapi tantangan besar. Situs purbakala ini diperkirakan memiliki volume tiga kali lipat Candi Borobudur dengan ketinggian sekitar 100 meter.

Arkeolog, Ali Akbar, menyebut perbandingan ini menjadi gambaran besarnya skala pekerjaan yang akan dilakukan. "Kalau Borobudur dipugar selama sepuluh tahun dengan biaya sekitar Rp200 miliar pada 1983, maka jika disesuaikan dengan nilai sekarang biayanya tentu berkali-kali lipat," ungkapnya, Minggu (10/8/2025).

Kajian pemugaran saat ini melibatkan seratus ahli dari berbagai disiplin ilmu. Tim peneliti mengandalkan teknologi konservasi modern untuk memastikan kelestarian situs tetap terjaga. Ali menegaskan perlunya landasan hukum yang kuat dan kesinambungan proses agar pekerjaan tidak berhenti di tengah jalan.

Secara dimensi, Gunung Padang melampaui Borobudur yang memiliki tinggi 35 meter dan luas 123 x 123 meter. Gunung Padang diperkirakan mencapai tinggi 100 meter dengan volume tiga kali lebih besar, menjadikannya salah satu situs bersejarah terbesar di Indonesia.

Hingga kini, belum ada angka resmi mengenai total kebutuhan anggaran. Namun, mengacu pada perbandingan historis dengan Borobudur, biaya pemugaran diyakini akan sangat besar.

"Kalau dipugar, jangan berhenti di tengah jalan. Jangan hanya dikerjakan sepertiga lalu berhenti menunggu kabar lagi. Itu tidak bisa," tegasnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:kompas.com
Kategori:Opini
wwwwww