Kemenhub Wanti-Wanti Soal Truk Impor Cina, Perlu Uji Keselamatan
![]() |
| Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Aan Suhanan. |
JAKARTA – Lonjakan impor truk utuh atau completely built-up (CBU) asal Cina yang mencapai 13.669 unit sepanjang 2024 menjadi sorotan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, mengatakan pihaknya sedang mengkaji persoalan tersebut bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait.
“Ini sedang menjadi perhatian kami. Kami sudah mengundang beberapa kementerian dan lembaga untuk membahasnya,” ujarnya di Jakarta, Jumat (8/8/2025).
Aan mengungkapkan, berdasarkan dokumen manifes, truk-truk CBU itu tidak tercatat sebagai kendaraan, melainkan sebagai barang modal. Menurutnya, klasifikasi tersebut perlu dikaji ulang karena berdampak pada prosedur uji keselamatan.
“Kalau dicatatnya sebagai barang modal, maka pengujian kendaraan bisa terlewat. Padahal pengujian ini penting untuk keselamatan,” jelasnya.
Nilai impor truk CBU asal Cina pada 2024 tercatat mencapai US$ 647 juta. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan tren impor kendaraan CBU di Indonesia masih tinggi, termasuk pada segmen kendaraan komersial.
Gaikindo juga mencatat penurunan penjualan truk dengan Gross Vehicle Weight (GVW) 5–10 ton sebesar 14,36 persen pada semester pertama 2025, menjadi 17.891 unit dari sebelumnya 20.891 unit di periode yang sama 2024. Penurunan ini dikaitkan dengan pelemahan kondisi ekonomi domestik dan global.
Kemenhub menegaskan evaluasi impor truk CBU bukan hanya soal angka, tapi juga menyangkut aspek keselamatan dan kesesuaian peruntukan kendaraan dengan kebutuhan di lapangan, terutama di sektor pertambangan dan angkutan barang berat. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | tempo.co |
| Kategori | : | Pasar & Niaga, Balai Kota |








