Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
11 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
56 menit yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
53 menit yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
6
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
50 menit yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Hendri Susilo Jawab Keraguan Publik Bisa Bersaing dengan 17 Pelatih Asing di Super League

Hendri Susilo Jawab Keraguan Publik Bisa Bersaing dengan 17 Pelatih Asing di Super League
Pelatih Malut United FC Hendri Susilo. (Ileague.id)
Minggu, 10 Agustus 2025 20:05 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SERANG - Sejak namanya resmi disebut sebagai pelatih kepala Malut United FC, publik meragukan kualitas dan kapasitas Hendri Susilo bisa bersaing dengan 17 arsitek asing di Kompetisi BRI Super League 2025/2026.

Namun pelatih kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), itu menjawab anggapan minor itu dengan permainan apik yang ditunjukkan tim Malut United kala membekuk Dewa United 1-3 di Banten International Stadium, Serang, Banten, Sabtu (9/8/2025) kemarin.

Sebagai satu-satunya pelatih lokal, wajar bila banyak kalangan meragukan khasanah ilmu kepelatihan Hendri Susilo. Racikan taktik Hendri Susilo berhasil melumpuhkan strategi Jan Olde Riekerink, pelatih Dewa United. Safrudin Tahar dkk. tampil taktis, efektif, solid, dan spartan.

Proses tiga gol yang dicetak Ciro Alves, Yakob Sayuri, dan David da Silva dari titik penalti bukti sentuhan magis Hendri Susilo.

"Kemenangan ini berkat kerja kolektif. Ada keharmonisan antara pemain dan pelatih, pelatih dengan owner. Situasi baik di ruang ganti dan di lapangan. Itu yang kita jaga supaya kondusif," kata Hendri Susilo merendah.

Hendri Susilo dengan santai menanggapi keraguan publik atas kapasitasnya yang dinilai sulit bersaing dengan jurutaktik asing musim ini.

"Jujur. Saya pelatih biasa saja. Saya pelatih kampung. Rezeki saya yang mungkin baik saja, karena dipercaya melatih Malut United. Tapi saya enjoy saja. Jadi saya tak ada beban," ucapnya ringan.

Sebagai pelatih kepala, Hendri Susilo lebih memposisikan dirinya sebagai sosok mentor yang akomodatif dan fleksibel di dalam tim. Dia juga lebih mementingkan tim daripada ambisi pribadi. Yaitu menjaga kebersamaan sebagai filosofi tim Malut United.

Itulah alasan kenapa pelatih berusia 59 tahun itu lebih banyak memberi kesempatan kepada para asisten termasuk Resal Octavian selalu Direktur Teknik Malut United berada di area teknis untuk menyampaikan instruksi kepada para pemain Malut United.

"Saya kan sudah tua. Jadi yang muda-muda saja yang di depan. Walaupun semuanya saya yang mengendalikan tim Malut United," ungkapnya. ***

wwwwww