Bidan Dona Lawan Arus Sungai di Pedalaman Pasaman Demi Pasien, Pengabdian yang Tak Terekam Sistem
![]() |
| Bidan Dona Lubis menyeberangi sungai sendirian, membawa peralatan medis di punggung, demi menjangkau seorang warga yang sedang kritis. |
PASAMAN – Tidak ada helikopter evakuasi, tidak ada jalur darurat. Hanya sungai deras yang memisahkan seorang pasien dari pertolongan. Namun bagi Bidan Dona Lubis, itu bukan alasan untuk menunggu. Ia memilih menyeberangi sungai sendirian, membawa peralatan medis di punggung, demi menjangkau seorang warga yang sedang kritis.
Kejadian ini berlangsung di Nagari Cubadak, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat. Aksi heroik sang bidan terekam dan viral di media sosial, memancing rasa kagum sekaligus keprihatinan terhadap kondisi pelayanan kesehatan di pelosok.
“Saya tahu risikonya, tapi saya lebih takut kalau pasien tidak tertolong. Itu saja yang saya pikirkan,” kata Dona, Selasa (5/8/2025).
Jembatan penghubung menuju lokasi pasien dilaporkan roboh usai diterjang hujan. Tak ada akses alternatif. Maka Dona, yang sudah bertugas sejak 1999, melangkah ke sungai, berpegangan pada batu dan berusaha melawan arus agar bisa menunaikan tugasnya.
Meski pertama kali harus berhadapan dengan sungai, bagi Dona tantangan seperti ini bukan hal baru. Ia sudah biasa pergi ke rumah pasien malam hari, bahkan saat cuaca buruk.
“Kalau berangkat malam-malam, atau hujan-hujan, sudah sering. Tapi menyeberangi sungai begini, ini baru sekali,” ujarnya.
Aksi Bidan Dona mencerminkan sisi lain dari sistem kesehatan Indonesia—di mana dedikasi individu sering kali menambal minimnya fasilitas dan keterbatasan akses. Perjuangan sunyi di medan yang tak terlihat oleh laporan statistik atau grafis anggaran.
Kisah ini seharusnya menjadi pemicu bagi pembuat kebijakan, bahwa keberanian seperti milik Dona tidak bisa diandalkan selamanya. Sistem harus hadir, infrastruktur harus dibangun, dan nyawa di pelosok berhak mendapat perlindungan yang sama. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Kategori | : | Kampus, Balai Kota, Kesehatan, Binawidya, Nasional |








