Terduga Pelaku Guru Besar Unsoed, Tim Disiplin Telusuri Dugaan Pelecehan
![]() |
| Ilustrasi Pelecehan Seksual. (Republika/Prayogi) |
JAKARTA – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menjadi sorotan setelah satu mahasiswinya melaporkan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang guru besar. Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPK) Unsoed, Tri Wuryaningsih, mengungkap bahwa laporan resmi baru satu, namun sinyalemen adanya lebih dari satu korban cukup kuat.
"Kami menghimbau siapa pun, baik mahasiswa aktif maupun alumni, yang merasa menjadi korban, agar berani bicara. Saluran pengaduan kami terbuka dan aman," ujar Tri, Rabu (30/7/2025).
Ia menjelaskan, laporan yang masuk pada April 2025 ini menyangkut kejadian yang terjadi dua bulan sebelumnya. Pihak Satgas sudah melakukan pemeriksaan terhadap korban, sejumlah saksi, dan terlapor. Berkas hasil investigasi telah diserahkan ke Rektor Unsoed.
"Rektor telah membentuk tim pemeriksa disiplin yang terdiri dari unsur kepegawaian, pengawasan internal, dan atasan langsung. Kami berharap proses ini segera memberi kepastian dan keadilan bagi korban," ujar Tri.
Korban, kata Tri, masih mendapatkan pendampingan dari pihak kampus, termasuk layanan psikologis. Kegiatan akademik korban juga sementara ditangguhkan agar fokus pada pemulihan.
"Korban mendapat dukungan dari teman-temannya dan kami berupaya menciptakan lingkungan aman untuknya. Pemulihan mental menjadi prioritas," imbuhnya.
Tri tak menyebutkan secara detail fakultas tempat terduga pelaku mengajar. Namun ia menegaskan komitmen kampus untuk terbuka terhadap laporan tambahan.
"Kasus ini bukan hanya tentang sanksi, tapi tentang menciptakan ruang aman bagi semua civitas akademika. Kami ingin korban merasa didengar dan dilindungi," tegasnya.***
| Editor | : | Muhammad Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | republika.co.id |
| Kategori | : | Kabar Bertuah, Cendekia, Hukum |











