Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Insiden Rumah Ibadah di Padang, Menag Tegaskan Negara Tak Boleh Kalah dari Intoleransi

Insiden Rumah Ibadah di Padang, Menag Tegaskan Negara Tak Boleh Kalah dari Intoleransi
Menteri Agama, Nasaruddin Umar.
Rabu, 30 Juli 2025 17:54 WIB

JAKARTA – Kebebasan beribadah kembali mendapat ujian setelah ibadah umat Kristen di Padang, Sumatra Barat, dibubarkan paksa oleh sekelompok warga. Insiden ini mengundang keprihatinan serius dari Menteri Agama, Nasaruddin Umar, yang menegaskan bahwa negara tidak boleh membiarkan intoleransi menjadi bagian dari wajah bangsa. 

Dalam pernyataan resminya, Rabu (30/7/2025), Nasaruddin menyatakan akan segera mengirimkan tim ke lokasi untuk memastikan kasus tersebut ditangani secara menyeluruh dan tidak terulang.

“Kami berharap ini jadi yang terakhir. Kesalahpahaman dan kekerasan seperti ini harus dihentikan. Negara tidak boleh kalah dari tindakan intoleran,” tegasnya. 

Nasaruddin menyebut telah berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kemenag Sumatra Barat dan menggarisbawahi pentingnya langkah cepat dan menyeluruh, termasuk penanganan jangka pendek di lapangan serta upaya jangka panjang melalui pendidikan.

Salah satu inisiatif jangka panjang adalah penerapan kurikulum cinta, yang dirancang untuk menumbuhkan pemahaman, empati, dan rasa hormat lintas keyakinan sejak usia dini.

“Kami ingin menghapus prasangka dari akar. Kurikulum ini bukan sekadar ajaran moral, tapi strategi membangun masa depan yang damai,” jelasnya.

Peristiwa pembubaran ibadah terjadi di rumah doa Jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, pada 27 Juli. Rekaman video menunjukkan sekelompok warga membawa kayu, memaksa jemaat keluar, dan merusak fasilitas rumah ibadah. Anak-anak pun ikut panik dalam kejadian itu.

Wakapolda Sumbar, Brigjen Solihin, menyampaikan bahwa sembilan orang telah diamankan sebagai terduga pelaku berdasarkan bukti rekaman. Penyelidikan dipastikan akan terus berkembang.

Kementerian Agama berharap penanganan tegas dari aparat dapat menjadi pelajaran penting bahwa kebebasan beragama adalah hak konstitusional yang wajib dijamin. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Balai Kota, Binawidya, Kulim
wwwwww