Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
23 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Kampus

Enam Produsen Diperiksa, Kejagung Dalami Penyimpangan Subsidi Beras

Enam Produsen Diperiksa, Kejagung Dalami Penyimpangan Subsidi Beras
Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna.
Selasa, 29 Juli 2025 11:52 WIB

JAKARTA – Skandal beras oplosan kini menjalar ke ranah penelusuran dana subsidi oleh negara. Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Tim Satgassus P3TPK menelusuri dugaan penyimpangan penyaluran dana bantuan pemerintah dalam distribusi beras, menandai dimulainya babak baru dari investigasi pangan nasional.

"Kalau yang di Satgas Pangan Mabes Polri fokus ke praktik oplosan, kami dari Kejagung mendalami sisi penggunaan dana negara dalam skema subsidi," jelas Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, Selasa (29/7/2025).

Satgassus Jampidsus telah memanggil enam perusahaan produsen beras besar untuk dimintai klarifikasi. Keenamnya adalah PT Wilmar Padi Indonesia, PT Food Station, PT Belitang Panen Raya, PT Unifood Candi Indonesia, PT Subur Jaya Indotama, dan PT Sentosa Utama Lestari.

"Kami ingin memastikan bahwa dana subsidi itu digunakan sebagaimana mestinya. Data awal yang kami miliki menunjukkan perlu ada verifikasi lanjutan,” ujar Anang.

Baru dua perusahaan, PT UCI dan PT SJI, hadir memberikan keterangan. Selain itu, Kejagung juga menjadwalkan pemanggilan sejumlah pihak dari kementerian terkait.

Sementara itu, Bareskrim Polri telah lebih dahulu menaikkan status kasus beras oplosan ke tahap penyidikan. Direktur Tipideksus, Brigjen Helfi Assegaf, menyebut tiga perusahaan yang diduga mencampur beras medium ke dalam kemasan premium, yaitu PT PIM, PT FS, dan Toko SY.

Lima merek populer seperti Sania, Setra Ramos Merah dan Biru, Setra Pulen, serta Jelita, disebut tidak memenuhi standar mutu dan menjadi bagian dari praktik curang itu.

"Kami temukan indikasi kuat adanya pelanggaran. Proses penyidikan akan kami lanjutkan hingga ke akar," tegas Helfi.

Dengan kedua institusi hukum bergerak secara paralel—Kejagung menyasar keuangan negara dan Bareskrim menyasar praktik niaga—masyarakat berharap skandal ini segera dituntaskan secara menyeluruh.***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Kampus
wwwwww