Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
7 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Kuliner

Peluru Artileri Kamboja Hantam Laos, Thailand: Ini Bisa Picu Konflik Baru

Peluru Artileri Kamboja Hantam Laos, Thailand: Ini Bisa Picu Konflik Baru
Sebuah unit militer Thailand melepaskan tembakan ke arah Kamboja dengan artileri berat di Provinsi Surin, Thailand, Jumat (25/7/2025). (Foto: Antara/ Reuters)
Minggu, 27 Juli 2025 10:19 WIB

JAKARTA – Konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja semakin memanas dengan insiden jatuhnya peluru artileri Kamboja ke wilayah Laos. Peristiwa ini memicu kekhawatiran akan meluasnya ketegangan militer di kawasan.

"Proyektil yang ditembakkan Kamboja saat bentrokan dengan pasukan Thailand mendarat di wilayah Laos dan sedang kami selidiki," kata Juru Bicara Militer Thailand, Winthai Suvaree, Sabtu (26/7/2025).

Wilayah yang terkena proyektil berada tak jauh dari Segitiga Zamrud, area pertemuan tiga negara—Thailand, Laos, dan Kamboja—yang dikenal dengan keberadaan situs-situs kuil kuno seperti Prasat Ta Muen Thom.

Winthai mengaku meragukan bahwa insiden ini hanya kesalahan teknis.

"Sulit membayangkan proyektil bisa meleset sejauh itu secara tidak sengaja," ujarnya. Ia menegaskan, jika tindakan tersebut disengaja, maka itu berpotensi menjadi bentuk provokasi terhadap Laos.

Ketegangan ini merupakan lanjutan dari konflik yang pecah pada 24 Juli, setelah sebelumnya terjadi bentrokan di zona netral pada 28 Mei yang menewaskan seorang tentara Kamboja.

Akar konflik ini berasal dari peta kolonial Prancis tahun 1907 yang hingga kini ditafsirkan berbeda oleh kedua negara. Sengketa wilayah yang belum selesai memperparah hubungan diplomatik antara Thailand dan Kamboja.

Thailand cenderung menyelesaikan konflik melalui jalur bilateral, sedangkan Kamboja mengandalkan Mahkamah Internasional (ICJ), yang yurisdiksinya tidak diakui oleh Thailand.

Militer Thailand kini meningkatkan kewaspadaan, menyebut bahwa setiap provokasi lintas batas dapat memperluas skala konflik dan melibatkan negara lain di kawasan.

"Kami tidak akan tinggal diam jika integritas wilayah kami atau negara tetangga terganggu," tegas Winthai. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Kuliner
wwwwww