Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
9 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Opini

Dikeroyok di Bantaran Sungai, Gitaris Asal Kalsel Meninggal Terseret Arus

Dikeroyok di Bantaran Sungai, Gitaris Asal Kalsel Meninggal Terseret Arus
Evakuasi jasad gitaris band asal Kalsel yang ditemukan mengapung di sungai. (foto: dok istimewa)
Minggu, 27 Juli 2025 10:46 WIB

JAKARTA – Kematian tragis menimpa Muhammad Redho alias Redicta (34), gitaris band lokal asal Kalimantan Selatan. Redho ditemukan tewas mengapung di Sungai Martapura, Senin pagi (21/7/2025), sehari setelah berpamitan kepada keluarganya untuk memancing.

Awalnya diduga tenggelam karena kecelakaan, namun penyelidikan mengungkap fakta lain. Redho ternyata menjadi korban pengeroyokan oleh enam pria, lalu didorong hingga tercebur ke sungai.

Kapolres Banjar, AKBP Fadly, menyampaikan bahwa keenam pelaku ditangkap pada Kamis (24/7/2025) dini hari. Mereka adalah KH (50), IB (48), MR (38), MF (36), GM (33), dan AH (19).

"Motifnya dipicu oleh perselisihan karena korban kehilangan kunci motor dan ponsel, lalu menuduh para pelaku. Itu yang memicu pengeroyokan," jelas Fadly, Jumat (25/7/2025).

Peristiwa terjadi di bantaran Sungai Kitano. Redho disebut sempat mengamuk karena barangnya hilang, kemudian mengeluarkan umpatan yang memancing emosi pelaku. Ia dianiaya, bahkan salah satu pelaku mencoba menusuknya.

Dalam kondisi terdesak, Redho mencoba kabur dengan berenang menyeberangi sungai. Ia sempat berpegangan pada tiang jembatan, namun arus deras menyeretnya hingga akhirnya ditemukan meninggal.

Para pelaku tidak memberi pertolongan dan memilih pergi dari lokasi.

Keluarga korban sempat dibuat bingung atas penyebab kematian Redho. Kejanggalan mulai terasa saat ditemukan bercak darah di barang-barang milik korban. Mereka kemudian melapor ke polisi hingga kasusnya terungkap.

Adik korban, Faried, mengaku kecewa terhadap sikap warga sekitar yang memilih diam.

"Tak satu pun warga yang memberitahu kami soal kejadian malam itu. Padahal lokasi kejadian sangat dekat dari rumah kami," ujarnya, Sabtu (26/7/2025).

Kini, keluarga Redho hanya berharap keadilan ditegakkan.

"Semoga para pelaku dihukum setimpal, dan tak ada lagi kekerasan seperti ini," harap Faried. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detik.com
Kategori:Opini
wwwwww