Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
9 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Seleknas Tinju Piala Menpora 2025, Petinju Belum Penuhi Standar dan Butuh Banyak Jam Terbang

Seleknas Tinju Piala Menpora 2025, Petinju Belum Penuhi Standar dan Butuh Banyak Jam Terbang
Pertandingan Seleknas Tinju Piala Menpora 2025. (Gonews.co Group)
Selasa, 22 Juli 2025 20:56 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA –Tim Talent Scouting (pemandu bakat) Hermensen Ballo dan Ucok Sitompul menyebut belum menemukan petinju yang memenuhi standar pada dua hari pelaksanaan Seleksi Nasional (Seleknas) Tinju Piala Menpora 2025 yang berlangsung di Gedung Basket Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, 21-22 Juli 2025.

Seleknas yang diikuti 98 petinju dari seluruh Indonesia ini berlangsung hingga 26 Juli 2025, Tujuannya, mencari petinju potensial yang dibina dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk dipersiapkan menghadapi SEA Games ke-33 yang akan berlangsung 7-20 Desember 2025 mendatang.

“Saya belum melihat ada petinju yang memenuhi standar dalam dua hari seleknas. Kita lihat saja hingga pertandingan final nanti,” kata mantan petinju Olimpiade, Hermensen Ballo yang ditemui usai pertandingan pada Selasa (22/7/2025).

“Saya sepakat dengan Ballo. Memang kami belum menemukannya hingga saat ini. Rata-rata mereka yang tampil tidak punya strategi, speed, dan kombinasi pukulan. Bahkan, mereka tidak ada yang melepas jab-jab tajam untuk mengganggu pertahanan lawannya,” timpal Ucok Sitompul, mantan asisten pelatih tinju nasional asal Jerman Helmuth Kruger.

Baik Hermensen Ballo dan Ucok Sitompul sepakat penyebab belum munculnya petinju yang memenuhi standar akibat minimnya pertandingan tingkat nasional di dalam Tanah Air dan tidak adanya event internasional yang diikuti.

“Semua ini terjadi karena kita tidak punya event nasional dan tidak adanya pengiriman petinju Indonesia di ajang event internasional. Seingat saya hanya ada kejurnas tinju pada tahun 2022 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024. Fakta ini saya harus ungkap dan tidak perlu ditutupi agar ke depan pembinaan tinju amatir bisa lebih baik lagi,” tegas Ballo, panggilan karibnya.

Apa yang diungkapkan Ballo juga diamini Ucok Sitompul. “Ya itu memang fakta. Dulu petinju Indonesia mampu berprestasi dan bisa menembus ke Olimpiade karena memang jadwal pertandingan tinju nasional banyak dan juga pengiriman tim tinju ke berbagai event internasional serta melakukan Trainning Camp (TC) di luar negeri. Jam terbang itu menjadi syarat untuk bisa mencetak petinju berkualitas dan mampu meraih prestasi di ajang internasional,” tandasnya.  

WartaPKU.com Ucok Sitompul, Hermensen Ballo
Ucok Sitompul, Hermensen Ballo dan Manajer Pertandingan Vinky Montolalu. (Gonews.co Group)

Sementara itu, pelatih asal Thailand Khamanit Nareerakst yang juga anggota Talent Scouting mengatakan, petinju Indonesia punya potensi untuk bisa meraih prestasi di ajang internasional. Hanya saja, kata pelatih yang mengantarkan Tim Tinju DKI Jakarta sukses meraih 4 emas dan 2 perak pada PON Aceh-Sumut 2024, perlu program pembinaan jangka panjang dan harus diterjunkan di berbagai event internasional.

“Potensi petinju Indonesia cukup besar. Butuh waktu dua tahun untuk bisa berbicara di SEA Games maupun event internasional lainnya. Mereka butuh jam terbang seperti petinju Thailand yang selalu tampil di ajang internasional,” katanya.  

Hasil Seleknas Tinju Piala Menpo1. ra 2025, Selasa, 22 Juli 2025:

Kelas Layang Ringan Putri (50kg):

-  Reni Balu (Angkatan Udara) menang angka atas Ayu Pramustika (Bekasi-E)

Kelas Bulu Wanita (57kg):

- Reka Mariana Kasibulan (Jawa Barat) kalah angka dari Nutul Izzah (DKI Jakarta)

- Yuliana Pudi (Bekasi) menang angka atas Syndi M Zen (DKI Jakarta)

Layang Ringan Putra (48kg) :

- Andi Mandira (P Kalimantan Barat) kalah angka atas Karlus Bria (Bali)

- Maikel Waren (Papua) kalah angka atas Marcelo Surati (Bekasi)

- Ronald R (DKI Jakarta) kalah angka atas Perneel Tahumil Jr (Sulut)

Kelas Bantam Putra (54kg) :

-  Aldoms Suguro (DKI Jakarta) menang angka atas Welem Rafael Batuwael (Kalbar)

- Jeklin Ndana Jepi (Bali) kalah angka atas Roberto (AU)

- Yoshua Holly Masihor (Sulsel) kalah angka atas Flanuari Y Daud (NTT)

1. Kelas Ringan Putra (60kg):

-  Maycro Odneil Isikiwar (AU) menang angka atas Theo V Kurni (Papua)

-  Noberto Buangan (Jateng) kalah angka atas Nolfy Engkeng (Sulawesi Utara)

- Asri Udin (DKI Jakarta) menang angka atas Julio Duvergel Yordan Ju (Kalbar)

- Felix Nicolas S (Medan) menang angka atas Eduardus Putu Anggito). ***

wwwwww