Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
5 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
5
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Dari Ikan Kerapu hingga Gambir, Potensi Desa Sumatra Barat Menanti Dikelola Koperasi Desa Merah Putih

Dari Ikan Kerapu hingga Gambir, Potensi Desa Sumatra Barat Menanti Dikelola Koperasi Desa Merah Putih
Ilustrasi (net)
Senin, 07 Juli 2025 15:07 WIB

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat mulai memetakan potensi ekonomi pedesaan yang akan dikelola melalui Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes). Sedikitnya 19 kabupaten dan kota di Sumbar memiliki sumber daya yang bisa dikembangkan, mulai dari kelautan, pertanian, hingga wisata alam.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumbar, Endrizal, mengatakan setiap desa di Sumbar memiliki karakter alam yang khas, dari laut hingga perbukitan. Jika dikelola maksimal, potensi tersebut diyakini mampu menggerakkan ekonomi lokal.

"Kami punya potensi laut, hasil pertanian dan perkebunan, ditambah pariwisata alam. Semua ini bisa menopang UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa," ujarnya, Senin (7/7/2025).

Untuk sektor bahari, terdapat tujuh daerah yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia seperti Pesisir Selatan, Padang, Pariaman, Agam, Padang Pariaman, Pasaman Barat, dan Kepulauan Mentawai. Di wilayah ini, Kopdes akan mengelola usaha seperti budidaya ikan kerapu, lobster, wisata bahari, hingga produksi garam.

"Kopdes bisa bantu dari sisi permodalan hingga pemasaran. Jika berjalan baik, Sumbar berpotensi menjadi sentra penghasil ikan kerapu budidaya," kata Endrizal.

Sementara itu, untuk sektor pertanian dan perkebunan, hampir seluruh wilayah Sumbar dinilai cocok. Salah satu komoditas unggulan adalah gambir. Kopdes bisa menampung hasil petani dan menjual langsung ke eksportir.

"Selama ini harga gambir ditentukan pengepul. Kalau Kopdes langsung yang bangun jaringan ke eksportir, rantai penjualan bisa dipangkas dan harga di petani bisa naik," jelasnya.

Namun, ia menegaskan bahwa dalam tahap awal, Kopdes Merah Putih belum akan menjalankan fungsi koperasi simpan pinjam, mengingat banyak koperasi sejenis di Sumbar saat ini yang tidak aktif.

"Dari ribuan koperasi di Sumbar, sebagian besar yang tidak aktif adalah koperasi simpan pinjam. Jadi untuk Kopdes, kami belum terapkan sistem itu dulu," tutupnya. ***

wwwwww