Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
8 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Shafira dan Evi Tampil di Piala Dunia Catur Wanita 2025

Shafira dan Evi Tampil di Piala Dunia Catur Wanita 2025
WIM Shafira Devi Herfesa dan Evi Juliana bersama IM Tirta Chandra Purnama. (PB Percasi)
Jum'at, 04 Juli 2025 16:27 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) mengirimkan WIM Shafira Devi Herfesa dan Evi Juliana untuk berlaga pada Piala Dunia Catur Wanita atau FIDE Women’s Chess World Cup 2025 yang akan berlangsung di Batumi, Georgia, pada 05-29 Juli 2025.

Didampingi pelatih IM Tirta Chandra Purnama, Shafira dan Evi berangkat ke Georgia pada Jumat (4/07/2025) siang. Shafira (ELO Rating 2167) lolos kualifikasi dan Juara di Asian Zone 3.3 Chess Championship 2025 di Mongolia pada 23 April-01 Mei 2025 lalu. Sementara rekannya, Evi Yuliana (Rating 1975), berangkat dengan pemain “wild card”. Evi dikirim karena bermain pada Olimpiade Catur 2024 di Budapest, Hungaria, sesuai syarat dari FIDE.

“Ini salah satu kejuaraan yang sangat kompetitif dan mandatory FIDE. PB PERCASI selalu berupaya untuk mengirim atlet ke event penting seperti ini. Kita bersyukur bisa meloloskan dua pemain pada tahun ini,” kata Ketua Komisi Catur Sekolah PB Percasi Hendry Jamal.  

Kedua pecatur tidak diberi target khusus. Apalagi ini adalah partisipasi pertama mereka pada kejuaraan setinggi itu. Lawan mereka juga bukan “kaleng-kaleng”. Selain juara zonal masing-masing, sebagian dari mereka adalah penghuni peringkat papan atas dunia.  

Meski demikian, PB Percasi tetap menyiapkan mereka agar bisa tampil maksimal. Mereka melakukan persiapan khusus melalui latihan intensif di Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) Bekasi bersama tim Pelatih GM Susanto Megaranto dan IM Tirta Chandra Purnama.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada PB Percasi yang telah mengirim dan menyiapkan latihan khusus untuk saya dan Evi bersama coach Tirta selama hampir sebulan ini. Semua lawan pasti berat dan lebih diunggulkan. Jadi saya hanya akan bermain sebaik mungkin,” ujar Shafira.

Kejuaraan Dunia Catur Wanita 2025 yang akan dibuka secara resmi pada Sabtu (5/7/2025),  diikuti 107 peserta yang berasal dari 42 negara. Peserta terbanyak berasal dari China dengan 9 pecatur termasuk unggulan pertama GM Lei Tingjie (2552), disusul India dan tuan rumah Georgia yang masing-masing diwakili 7 pecatur.

Pertandingan Babak I akan berlangsung Minggu (6/7/2025) mulai pukul 15.00 waktu setempat atau 18.00 WIB. Di babak ini, Shafira (unggulan 88) akan bermain pertama dengan buah hitam melawan dengan IM Nurgyul Salimova (2385) unggulan 41 dari Bulgaria. Sedangkan Evi Yuliana, juga dengan buah hitam, akan berhadapan dengan unggulan 23 dari Yunani, IM Tsolakidou Stavroula (2428).

Sebagai informasi, kejuaraan ini adalah perhelatan ketiga setelah di Sochi, Russia, pada 2021 dan Baku, Azerbaijan tahun 2023.  Prestasi terbaik Indonesia pada kejuaraan ini dicatat IM Medina Warda Aulia tahun 2023. Saat itu Ia lolos hingga Babak 4 (16 besar). Langkahnya terhenti di babak itu setelah kalah 2,5 – 1,5 dari IM Nurgyul Salimova, yang akan jadi lawan Shafira di babak pertama. Semoga Shafira bisa membalas kekalahan Medina.

Kompetisi kejuaraan ini memang sangat ketat karena menggunakan sistem gugur (knock-out) sejak babak pertama. Dengan format ini masing-masing pemain bahkan dimungkinkan untuk bertanding 7 kali dalam satu babak hingga salah satunya tereliminasi. Pemain bergantian buah hitam dan putih dalam dua babak Catur Standar 90 menit plus tambahan 30 detik per langkah. Jika kedudukan seri, pertandingan dilanjut dengan Catur Cepat (Rapid) 25 menit dan tambahan 10 detik tiap langkah. Apabila poin masih seimbang, kedua pemain akan bertanding dalam format Catur Kilat (Blitz), 5 menit plus tambahan waktu 3 detik per langkah.

Jika pertandingan masih seri, satu permainan Catur Kilat dengan waktu 3 menit ditambah 2 detik per langkah, akan dimainkan untuk menentukan pemenang pertandingan. Pengundian akan dilakukan untuk menentukan pemain mana yang bermain putih. Jika seri, para pemain akan bertukar warna dan bermain lagi, hingga hasil yang menentukan diperoleh.

Pada tahun ini, FIDE menyediakan hadiah utama untuk Juara sebesar $50,000, runner-up $25,000 dan peringkat ketiga $20,000, dari total hadiah sebesar $691,250. FIDE juga memberikan semacam “hadiah” bagi pemain yang gugur pada setiap babak. Mereka yang gugur pada babak pertama, misalnya, akan memperoleh $3,750 atau sekitar Rp 60.750.000 dengan kurs Rp 16.200. ***

wwwwww