Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
6 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
13 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Pengamat: KPK Takkan Sentuh Bobby Nasution karena Dekat dengan Jokowi

Pengamat: KPK Takkan Sentuh Bobby Nasution karena Dekat dengan Jokowi
Rabu, 02 Juli 2025 21:42 WIB

JAKARTA – Nama Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, ikut menjadi sorotan dalam kasus dugaan korupsi di Dinas PUPR Provinsi Sumut. Pengamat politik, Muslim Arbi, menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak akan berani menyentuh menantu dari mantan Presiden Joko Widodo itu.

"Topan adalah orang kepercayaan Bobby. Dan Bobby adalah bagian dari lingkaran keluarga Jokowi. Sampai kiamat pun, saya yakin KPK tidak akan berani menangkap Bobby Nasution," ujar Muslim, Selasa (1/7/2025).

Pernyataan itu muncul usai penetapan Kepala Dinas PUPR Sumut, Topan Obaja Putra Ginting, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek infrastruktur. Muslim menilai kedekatan antara Topan dan Bobby semestinya menjadi fokus perhatian penyidik.

Ia juga mengkritik kondisi KPK saat ini yang dinilainya sudah tak lagi independen seperti cita-cita awal lembaga tersebut. Menurutnya, jika kasus menjerat rakyat biasa, KPK akan cepat bertindak, namun akan berbeda jika melibatkan lingkaran kekuasaan.

"Kalau rakyat biasa, KPK bisa langsung bertindak. Tapi kalau sudah menyangkut keluarga Jokowi, semua seolah-olah mendadak buta dan tuli," katanya.

Muslim menilai sikap diam KPK dalam kasus ini justru menimbulkan kecurigaan publik. Ia mendesak agar penegakan hukum tetap dilakukan secara adil tanpa pandang bulu.

"Jangan berharap keadilan dari KPK jika pelakunya adalah bagian dari lingkar kekuasaan. Publik sudah sangat paham itu," tandasnya.

Hingga kini, nama Bobby Nasution belum pernah disebut secara resmi oleh KPK dalam proses penyelidikan maupun penyidikan perkara ini. ***

wwwwww