Kurir Dianiaya dan Dirampok Rp1,5 Juta Saat Antar Paket COD karena Paket Tak Sesuai
![]() |
| Seorang kurir dianiaya hingga dicekik saat mengantar barang dengan metode COD di Pamekasan, Madura. |
PAMEKASAN – Nasib nahas dialami Irwan Siskiyanto (21), kurir ekspedisi asal Dusun Bringah, Desa Dasok, Kecamatan Pademawu. Ia menjadi korban penganiayaan dan perampasan saat mengantar paket metode cash on delivery (COD) ke rumah seorang pelanggan di Jalan Teja, Desa Laden, Kabupaten Pamekasan, Senin (30/6/2025).
Kejadian bermula saat Irwan menyerahkan paket ponsel yang dipesan oleh pelanggan bernama Arif, atau biasa disapa Ayik. Begitu menerima barang, Arif merasa tidak puas dan langsung meluapkan emosinya kepada Irwan.
Dalam video yang beredar luas, Arif tampak mencekik leher Irwan hingga mulutnya berdarah. Tak berhenti di situ, sang istri justru merekam kejadian tersebut sambil mengambil dompet Irwan dan merampas uang senilai Rp1,5 juta—uang pembayaran COD dari paket yang diantar.
Irwan sempat menjelaskan bahwa ia hanya bertugas mengantarkan barang, bukan penanggung jawab isi paket. Namun penjelasan itu tidak digubris, dan Irwan justru menjadi korban kekerasan.
"Uangku diambil itu," kata Irwan dalam rekaman video, sementara istri pelaku dengan santai menjawab, "Cuma ambil uang punyaku."
Atas insiden tersebut, Irwan membuat laporan ke Polres Pamekasan dengan nomor LP/B/251/VI/2025/SPKT/Polres Pamekasan/Polda Jawa Timur. Ia melaporkan penganiayaan dan perampasan yang dialaminya sekitar pukul 10.45 WIB.
Kasat Reskrim Polres Pamekasan, Iptu Doni Setiawan, membenarkan adanya laporan tersebut dan memastikan kasus akan ditangani sesuai prosedur yang berlaku.
Kejadian bermula saat Irwan menyerahkan paket ponsel yang dipesan oleh pelanggan bernama Arif, atau biasa disapa Ayik. Begitu menerima barang, Arif merasa tidak puas dan langsung meluapkan emosinya kepada Irwan.
Dalam video yang beredar luas, Arif tampak mencekik leher Irwan hingga mulutnya berdarah. Tak berhenti di situ, sang istri justru merekam kejadian tersebut sambil mengambil dompet Irwan dan merampas uang senilai Rp1,5 juta—uang pembayaran COD dari paket yang diantar.
Irwan sempat menjelaskan bahwa ia hanya bertugas mengantarkan barang, bukan penanggung jawab isi paket. Namun penjelasan itu tidak digubris, dan Irwan justru menjadi korban kekerasan.
"Uangku diambil itu," kata Irwan dalam rekaman video, sementara istri pelaku dengan santai menjawab, "Cuma ambil uang punyaku."
Atas insiden tersebut, Irwan membuat laporan ke Polres Pamekasan dengan nomor LP/B/251/VI/2025/SPKT/Polres Pamekasan/Polda Jawa Timur. Ia melaporkan penganiayaan dan perampasan yang dialaminya sekitar pukul 10.45 WIB.
Kasat Reskrim Polres Pamekasan, Iptu Doni Setiawan, membenarkan adanya laporan tersebut dan memastikan kasus akan ditangani sesuai prosedur yang berlaku.
Kejadian bermula saat Irwan menyerahkan paket ponsel yang dipesan oleh pelanggan bernama Arif, atau biasa disapa Ayik. Begitu menerima barang, Arif merasa tidak puas dan langsung meluapkan emosinya kepada Irwan.
Dalam video yang beredar luas, Arif tampak mencekik leher Irwan hingga mulutnya berdarah. Tak berhenti di situ, sang istri justru merekam kejadian tersebut sambil mengambil dompet Irwan dan merampas uang senilai Rp1,5 juta—uang pembayaran COD dari paket yang diantar.
Irwan sempat menjelaskan bahwa ia hanya bertugas mengantarkan barang, bukan penanggung jawab isi paket. Namun penjelasan itu tidak digubris, dan Irwan justru menjadi korban kekerasan.
"Uangku diambil itu," kata Irwan dalam rekaman video, sementara istri pelaku dengan santai menjawab, "Cuma ambil uang punyaku."
Atas insiden tersebut, Irwan membuat laporan ke Polres Pamekasan dengan nomor LP/B/251/VI/2025/SPKT/Polres Pamekasan/Polda Jawa Timur. Ia melaporkan penganiayaan dan perampasan yang dialaminya sekitar pukul 10.45 WIB.
Kasat Reskrim Polres Pamekasan, Iptu Doni Setiawan, membenarkan adanya laporan tersebut dan memastikan kasus akan ditangani sesuai prosedur yang berlaku. ***
| Editor | : | Muhammad Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | disway.id |
| Kategori | : | Cendekia, Warga Bertuah |











