Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
7 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
14 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Duka di Tengah Laut, Mahasiswa UGM Tewas Saat Kegiatan KKN

Duka di Tengah Laut, Mahasiswa UGM Tewas Saat Kegiatan KKN
Bagus Adi Prayogo dan Septian Eka Rahmadi, mahasiswa KKN UGM yang meninggal dalam kecelakaan kapal di Maluku Tenggara, 1 Juli 2025. (Dok. UGM)
Rabu, 02 Juli 2025 20:47 WIB

JAKARTA – Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) di Maluku Tenggara berujung tragedi. Sebuah kapal jenis longboat yang mengangkut tujuh mahasiswa dan lima warga terbalik di perairan Debut, Selasa (1/7/2025) pukul 15.28 WIT. Dua mahasiswa dilaporkan meninggal dunia.

Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Rustamadji, menyebutkan dua korban yang meninggal adalah Septian Eka Rahmadi dan Bagus Adi Prayogo, masing-masing berusia 21 tahun. Septian berasal dari Fakultas Teknik, sedangkan Bagus merupakan mahasiswa Fakultas Kehutanan.

"Kami sangat kehilangan. Mereka adalah generasi muda yang penuh semangat dan dedikasi. Semoga keluarga diberi ketabahan," ungkap Rustamadji.

Kedua korban adalah bagian dari Unit KKN-PPM Manyeuw. Saat kejadian, rombongan tengah mengambil pasir di Pulau Wahru sebagai bagian dari program revitalisasi terumbu karang menggunakan metode Artificial Patch Reef. Mereka menggunakan dua speedboat.

Menurut Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Frans Duma, kapal terbalik saat perjalanan pulang ke Desa Debut akibat ombak besar. Kapal sudah membawa sekitar 30 karung pasir. Dari 12 orang yang ada di kapal, sepuluh berhasil diselamatkan, sementara dua lainnya ditemukan meninggal pada malam hari.

Tiga mahasiswa mengalami luka dan kini dirawat di rumah sakit di Langgur. Muhammad Arva Sagara dan Ridwan Rahadian dirawat di RS Karel Satsuitubun, sedangkan Afifudin Baliya dirawat di RS Hati Kudus. Dua mahasiswa lainnya, Deren dan Pratista Halimawan, tidak mengalami cedera serius.

Pihak UGM terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan alumni UGM di Maluku untuk mendampingi mahasiswa terdampak serta memfasilitasi pemulangan jenazah ke daerah asal.

Nama ketujuh mahasiswa:

  1. Septian Eka Rahmadi (21) – Meninggal
  2. Bagus Adi Prayogo (21) – Meninggal
  3. Muhammad Arva Sagara (21)
  4. Ridwan Rahadian (21)
  5. Afifudin Baliya (24)
  6. Deren
  7. Pratista Halimawan. ***

wwwwww