Pendapatan Negara di Sumatera Barat Tembus Rp3,35 Triliun dari Target APBN
![]() |
| Satu unit kapal bersandar di Pelabuhan Teluk Bayur, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). (antara/fandi yogari) |
PADANG – Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumatera Barat mencatat pendapatan negara hingga 31 Mei 2025 mencapai Rp3,35 triliun atau 43,67 persen dari target APBN 2025 sebesar Rp7,68 triliun. Kepala Kanwil DJPb Sumbar, Mohammad Dody Fachrudin, menyebut pendapatan ini tumbuh 23,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Mayoritas penerimaan bersumber dari perpajakan, yaitu 77,65 persen atau sekitar Rp2,60 triliun.
"Penerimaan pajak neto dari Sumbar sebesar Rp1,56 triliun atau 60,06 persen dari penerimaan perpajakan. Sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penyumbang terbesar sebesar Rp344,08 miliar," jelas Dody di Padang, Senin (30/6/2025).
Secara total, penerimaan pajak dalam negeri bruto tercatat Rp2,19 triliun, naik 5,45 persen dibanding tahun lalu.
Sementara itu, belanja negara di wilayah Sumbar hingga akhir Mei 2025 telah direalisasikan sebesar Rp11,57 triliun atau 37,10 persen dari pagu Rp31,19 triliun. Meski demikian, angka ini mengalami kontraksi 10,88 persen dari tahun sebelumnya.
"Kinerja pendapatan dan belanja negara masih sejalan dengan target APBN 2025," imbuh Dody.
Dari sisi ekonomi, Sumbar tumbuh 4,66 persen (yoy) pada triwulan I 2025, sedikit di bawah rata-rata nasional yang mencapai 4,87 persen. Tiga sektor dominan penopang ekonomi Sumbar adalah pertanian (6,45 persen), industri pengolahan (6,43 persen), dan jasa kesehatan (5,62 persen). (ant)
| Editor | : | Muhammad Rafdinal Adrianto |
| Kategori | : | Pasar & Niaga, Balai Kota, Parlemen, Keuangan, Binawidya, Bukit Raya, Kulim, Lima Puluh, Marpoyan Damai, Payung Sekaki, Pekanbaru Kota, Rumbai, Rumbai Barat, Sail, Rumbai Timur, Senapelan, Sukajadi, Tenayan Raya, Tuah Madani, Pekanbaru, Nusantara, Pekansikawan, Jiran, Jakarta, Riau |










