Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
17 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
15 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
3
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
18 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
18 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
4 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Sepakbola
1 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Home  /  Berita  /  Kuliner

Uni Eropa Siapkan Sistem Baru untuk Lindungi Perdagangan

Uni Eropa Siapkan Sistem Baru untuk Lindungi Perdagangan
Gedung Parlemen Uni Eropa di Strasbourg, Prancis. [foto: afp]
Jum'at, 27 Juni 2025 22:11 WIB
JAKARTA - Uni Eropa membuka opsi membentuk badan penyelesaian sengketa baru untuk menggantikan peran Organisasi Perdagangan Dunia yang semakin lumpuh akibat kebijakan sepihak Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump.

Langkah ini dibahas dalam pertemuan para pemimpin Eropa di Brussels, Kamis (26/6/2025), sebagai respons atas rencana Trump menerapkan tarif menyeluruh 10 persen terhadap seluruh impor dari Uni Eropa. Sebelumnya, tarif tinggi juga telah dikenakan pada baja, aluminium, dan produk Eropa lainnya tanpa proses di WTO.

"Ini saatnya kita menyusun ulang sistem perdagangan dunia," ujar Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen. Ia mengusulkan kerja sama antara Uni Eropa dan negara-negara anggota CPTPP untuk membentuk lembaga baru yang mampu menjalankan fungsi penyelesaian sengketa, menggantikan WTO yang tidak lagi efektif sejak 2019.

Menurutnya, kolaborasi ini bisa menjadi model perdagangan bebas berbasis aturan, tanpa perlu bergantung pada Amerika Serikat. "Negara-negara Asia ingin kerja sama terstruktur dengan UE, dan UE pun demikian," tegasnya.

Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menyambut baik usulan tersebut. "WTO tidak berfungsi lagi. Kita butuh sistem baru bersama mitra dagang global," ujarnya usai berbicara dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer.

Meski Uni Eropa dan 28 negara lain telah membentuk MPIA sebagai mekanisme sengketa sementara, von der Leyen menyebutnya tidak cukup kuat secara hukum. Karena itu, diperlukan inisiatif yang lebih komprehensif dan berdaya jangkau luas.

Komisi Eropa juga telah menerima proposal perdagangan dari AS dan tengah mempelajarinya. Sebagian besar anggota mendukung negosiasi cepat untuk meredakan ketegangan, namun ada kekhawatiran mendalam terhadap usulan tarif 10 persen dari Trump. "Kami tetap terbuka pada semua kemungkinan," tambah von der Leyen.

Efek kebijakan perdagangan Trump sudah mulai terasa. Komisi Eropa menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi zona euro 2025 dari 1,3 persen menjadi 0,9 persen. Analis memperingatkan dampak tarif AS dapat memangkas hampir 1 persen PDB Uni Eropa, terutama membebani sektor manufaktur seperti di Jerman. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:Inilah.com
Kategori:Cendekia, Kuliner, Pasar & Niaga, Balai Kota, Parlemen
wwwwww