Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
24 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
22 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
3
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
7 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
4
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
11 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
5
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
7 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Home  /  Berita  /  Cendekia

Terjatuh di Rinjani, Pendaki Brasil Ditemukan Tewas di Jurang Terjal

Terjatuh di Rinjani, Pendaki Brasil Ditemukan Tewas di Jurang Terjal
Rabu, 25 Juni 2025 10:25 WIB

MATARAM – JDSP (27), pendaki asal Brasil yang sempat hilang setelah terjatuh di kawasan Gunung Rinjani, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan, Selasa (24/6). Jenazah ditemukan di dasar jurang sedalam 600 meter sekitar pukul 18.00 Wita oleh seorang anggota tim SAR yang lebih dulu mencapai lokasi.

"Setelah diperiksa, korban tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan," ujar Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi.

Kondisi korban dikonfirmasi oleh tiga anggota tim lainnya yang menyusul turun ke lokasi. Jenazah kemudian dibungkus untuk persiapan evakuasi ke permukaan.

Tim SAR yang berjaga di titik terakhir kemunculan korban langsung menyiapkan skema evakuasi dengan membagi tujuh personel ke dua titik berbeda. Tiga orang berada di anchor point kedua, sementara empat lainnya mendampingi korban.

Evakuasi sempat tertunda akibat cuaca buruk dan jarak pandang yang sangat terbatas. Proses pengangkatan jenazah dijadwalkan ulang pagi ini, Rabu (25/6), ke titik aman sebelum ditandu ke Posko Sembalun.

"Dari Posko Sembalun, jenazah akan dievakuasi menggunakan helikopter menuju RS Bhayangkara Polda NTB untuk penanganan lebih lanjut," tambahnya.

Hariyadi berharap seluruh proses evakuasi dapat berjalan dengan aman dan lancar. (ant)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Cendekia
wwwwww