Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
9 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Home  /  Berita  /  Kampus

Orang Tua Anggota Paskibraka Sedih dan Kecewa Putrinya Harus Copot Jilbab

Orang Tua Anggota Paskibraka Sedih dan Kecewa Putrinya Harus Copot Jilbab
Petugas Paskibraka 2024 perwakilan Sulawesi Tengah, Zahra Aisyah Aplizya (kanan) dan Michael Mikha Laempah. (Ist/ Republika.co.id)
Rabu, 14 Agustus 2024 17:42 WIB
JAKARTA Gatot Susilo Eko Budiyanto, orang tua dari Zahra Aisyah Aplizya, anggota Paskibraka 2024 dari Sulawesi Tengah (Sulteng), mengaku sedih dan kecewa melihat putrinya tak memakai jilbab saat pengukuhan anggota Paskibara 2024 pada Selasa (13/8/2024).

Dikutip dari Republika.co.id, Gatot merasa upaya membesarkan anaknya dengan nilai-nilai keagamaan telah disepelekan oleh negara.

"Jadi kemarin saya nonton YouTube, saya kaget. Perasaan saya hitung video pelatihan ada sekitar 17 atau 18 yang pakai jilbab. Tapi kali ini di barisan perempuan tak ada pakai jilbab, termasuk anak saya," kata Gatot Susilo Eko Budiyanto, kepada Republika, Rabu (14/8/2024).

Zahra Aisyah Aplizya yang biasa dipanggil Zaza, dinyatakan lolos verifikasi calon anggota Paskibraka Nasional tahun 2024 pada Juni lalu. Ia merupakan siswi kelas 1 SMA 2 Bungku Morowali. Usianya baru 16 tahun, namun sudah menguasai tiga bahasa asing. Perjalanannya dimulai dari seleksi di Kabupaten Morowali, kemudian di tingkat Provinsi

"Dia senang sekali begitu dinyatakan lolos kemarin itu. Memang cita-citanya jadi Paskibraka dan mau lanjut ke sekolah kedinasan," tutur Gatot yang merupakan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Morowali Utara tersebut.

Namun kebanggaannya sebagai orang tua bercampur kesedihan saat menyaksikan pengukuhan kemarin.

"Seharusnya dan memang saya bangga, tetapi melihat begitu saya juga jadi miris dan sedih sekali, Mas," kata dia.

Ia menerangkan, Zaza sudah sejak sekolah dasar menggunakan jilbab.

"Itu memang kemauannya sendiri, alhamdulillah. Jadi kami sedih, kenapa untuk acara ini harus lepas jilbab," ucapnya.

Ia menuturkan, pihak penyeleksi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sudah mengetahui bahwa anaknya berjilbab.

"Makanya saya bingung, padahal pada 2019 dan 2021 juga pembawa baki Bendera Pusaka berjilbab," ujar Gatot.

Gatot mengatakan, terpukul sebagai orang tua atas insiden dilepasnya jilbab anaknya saat acara pengukuhan.

"Kami terpukul, bagaimana kami sebagai orang tua mencoba menanamkan pondasi, dasar agama untuk anak kami," kata dia.

Sejauh ini, ia belum bisa menghubungi anaknya yang sedang dalam karantina.

"Saya mengerti karena dulu juga pernah jadi Paskibra provinsi pada 1993," ujar Gatot.

Rabu ini, ia sudah menerima rilis video terbaru dari BPIP bahwa pada latihan gladi bersih para Paskibraka Muslimah sudah kembai berjilbab. Hal ini juga membuatnya bertanya-tanya.

"Jadi kami bingung lagi. Ini berarti dianggap main-main itu jilbab, ini kan syariatnya kita umat Islam," ia menegaskan.

Ia sebagai pihak orang tua mendesak ada permohonan maaf dari pihak-pihak yang terkait insiden pencopotan jilbab tersebut.

"Kami secara khusus dari orang tua minta ada permohonan maaf dari pihak yang terkait. Siapa yang yang memerintahkan dan mengapa harus begitu?" kata dia.

Ia sangat menyayangkan langkah BPIP terkait polemik pencopotan jilbab ini.

"Ini artinya BPIP tak mengindahkan Pancasila sila Ketuhanan Yang Maha Esa," tegasnya.

Sejauh ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak BPIP terkait pencopotan jilbab anggota Paskibraka tersebut. Kepala Biro Fasilitasi Pimpinan, Hubungan Masyarakat dan Administrasi BPIP, Mahnan Marbawi, hanya melampirkan video terkait gladi bersih hari ini yang menunjukkan sejumlah petugas Paskibraka sudah berjilbab.

"Sudah pakai jilbab di gladi bersih yang disaksikan Presiden," demikian ia menjawab.

Ia tak menerangkan lebih lanjut soal insiden di upacara pengukuhan.***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:republika.co.id
Kategori:Kampus
wwwwww