Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
15 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
18 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Erick Thohir Minta Match Fixing Dihukum Keras dan Diberantas Habis

Erick Thohir Minta Match Fixing Dihukum Keras dan Diberantas Habis
Ketua Umum PSSI Erick Thohir. (PSSI)
Kamis, 20 Juni 2024 20:39 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Setelah beres-beres Timnas Indonesia, dimana saat ini hasilnya sudah mulai terlihat. Dimana Penampilan Timnas Indonesia semakin baik begitu pun dengan prestasi yang terus membaik.

Kini ketua umum PSSI Erick Thohir bertekad melakukan transformasi Liga sepak bola Indonesia. Salah satunya dengan memerangi pelaku pengaturan pertandingan atau match fixing agar sepak bola Indonesia lebih baik.

Sebelumnya dugaan terhadap match fixing di Liga Sepak bola Indonesia di setiap tingkatan mulai Liga 1, Liga 2 dan seterusnya santer terdengar.  Bahkan ada beberapa kasus yang sudah mendapatkan hukuman.

Ketua umum PSSI Erick Thohir ketika memaparkan transformasi Liga Sepak bola Indonesia kepada media Kamis (20/6/2024) mengatakan, Hukuman match fixing kita harus hukum keras, untuk memastikan penegakan kepada isu match fixing ini harus diberantas habis."

"Kapolri sudah memberikan hak-haknya kepada KONI untuk jadi bagian dari tim satgas untuk memastikan agar tidak ada hal-hal seperti ini. LIB juga dalam aturan liga semua pelatih klub yg bertugas tidak boleh terjebak match fixing dan juga dari bagian kontrakya juga harus melepas pemainnya jika diminta timnas," ujarnya.

"Perlu sertifikasi agen pemain, jangan sampai mereka jadi jual beli skor, pemain cedera ini itu diatur. Agen yang main match fixing penjarakan," tegasnya

"Jangan sampai kita sudah menyusun agenda tiga tahun, komitmen lisensi klub, dan wasit sudah bagus masih ada yang melakukan match fixing," pungkasnya. ***

wwwwww