Tak Enak dengan Bea Cukai, Enzy Storia Harap Ada Perbaikan Layanan Publik
![]() |
| Presenter dan artis Enzy Storia. (Instagram) |
Penulis: Azhari Nasution
Dalam unggahan di akun Twitter pribadinya, @EnzyStoria, pada Kamis, 16 Mei 2024, Enzy berbagi pengalaman kurang menyenangkan saat tas miliknya tertahan oleh Bea Cukai. Ia mempertanyakan tingginya harga pajak yang dikenakan, yang menurutnya lebih mahal dari harga tas itu sendiri.
Enzy Storia, yang juga istri dari diplomat Kementerian Luar Negeri, memutuskan untuk tidak menebus tas tersebut dan mempertanyakan nasib barang tersebut.
"Penasaran tas yang ngga gue tebus karena mahalan harga pajak daripada harga tasnya udah dikirim balik belum ya ke pengirim," tulis Enzy Storia dalam cuitannya.
Unggahan Enzy Storia segera menarik perhatian banyak netizen. Banyak yang kemudian mengarahkan perhatian ke akun Twitter Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, Prastowo Yustinus.
Menanggapi hal ini, Prastowo dengan cepat merespons melalui akun Twitter resminya pada Jumat, 17 Mei 2024.
"Kak @EnzyStoria terima kasih informasinya. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami sudah berkoordinasi dengan teman2 Bea Cukai dan saat ini sedang dikoordinasikan dg pihak jasa pengiriman. Terima kasih telah berkenan memberikan kronologi yang akan memudahkan penyelesaian. Kami segera kembali setelah mendapatkan informasi yang lengkap dan solusi terbaik. Salam hangat," tulis Prastowo.
Insiden ini tidak hanya menjadi perbincangan hangat di media sosial, tetapi juga menyoroti pentingnya transparansi dan efisiensi dalam layanan publik. Respons cepat dari pejabat terkait menunjukkan adanya upaya untuk memperbaiki sistem dan pelayanan kepada masyarakat.
Pengalaman Enzy Storia ini membuka diskusi lebih luas mengenai prosedur dan kebijakan Bea Cukai. Banyak netizen yang turut berbagi pengalaman serupa, mendorong dialog yang konstruktif tentang bagaimana meningkatkan layanan publik di Indonesia.
Inisiatif Enzy Storia dalam membagikan pengalamannya dan respons cepat dari Prastowo menjadi contoh nyata bahwa suara masyarakat dapat menjadi pendorong perubahan positif.
Diharapkan dengan adanya kasus ini, Bea Cukai dan instansi terkait dapat lebih memperhatikan keluhan masyarakat dan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan mereka. Sehingga, pengalaman tidak menyenangkan seperti yang dialami Enzy Storia dapat diminimalisir di masa mendatang. (Yazid N). ***
| Kategori | : | Kabar Bertuah, Kampus, Binawidya |











