Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
8 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
11 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Parlemen

Chaos di Kantor Golkar, Aksi AMPG Diserang Loyalis Airlangga Hartarto

Chaos di Kantor Golkar, Aksi AMPG Diserang Loyalis Airlangga Hartarto
Kericuhan di depan kantor DPP Golkar. (Foto: Tngkap layar Video)
Minggu, 04 Juni 2023 15:02 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Aksi demo massa Aliansi Masyarakat Peduli Golkar (AMPG) pada Minggu (04/06/2023) di Kantor DPP Golkar yang awalnya berjalan damai berujung chaos.

Hal ini dipicu tindakan arogansi dari sekelompok pemuda yang diduga kuat adalah anak buah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. "Kami diserang, dipukul dan ditendang oleh mereka," ujar Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Golkar (AMPG), Samba kepada wartawan, Minggu (04/06/2023).

Padahal kata Samba, pihaknya menggelar aksi dengan damai dan tidak melakukan tindakan anarkis saat menyampaikan orasi. "Kami datang baik-baik dengan tujuan untuk meyelematkan Partai Golkar. Tapi kami malah disambut dengan aksi anarkis dan brutal," tandasnya.

Ia pun meyesalkan tindakan para loyalis Airlangga tersebut. "Ini bukti bahwa Airlangga memang tidak becus dan wajib dilengserkan. Menghadapi kami yang jumlah massanya tidak banyak saja sudah memakai kekerasan," sesalnya.

Sebelumnya, Aliansi Masyarakat Peduli Golkar (AMPG) mengeluarkan desakan yang tegas kepada Airlangga Hartarto untuk segera mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Golkar. "Kami mendesak Airlangga segera mundur, jangan jadikan Golkar sebagai tempat berlindung. Airlangga Hartarto sudah tidak lagi mampu menjaga kehormatan dan kepercayaan publik terhadap Partai Golkar," ungkap Samba, Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Golkar (AMPG).

AMPG juga menyoroti fakta bahwa Partai Golkar merupakan salah satu partai politik besar yang masih eksis dan memiliki peran penting dalam perpolitikan Indonesia. "Namun, partai ini terus-menerus terkena isu-isu yang merugikan akibat kasus-kasus korupsi yang diduga melibatkan Airlangga Hartarto,” tandasnya.

Beberapa kasus yang menjadi sorotan adalah kebijakan impor garam pada tahun 2018 dan dugaan keterlibatan Airlangga dalam kasus kelangkaan minyak goreng (migor) yang sedang diteliti oleh Kejaksaan Agung.

“Kebijakan impor garam yang dilakukan oleh Kementerian Perindustrian yang dipimpin oleh Airlangga Hartarto telah merugikan para pelaku usaha dalam negeri dan mencoreng citra Partai Golkar,” tegasnya.

Lebih lanjut, AMPG juga menyoroti dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Airlangga dalam penyaluran dana BPDPKS yang mencapai puluhan hingga ratusan triliun.

Tidak hanya itu, kasus dugaan perselingkuhan antara Airlangga dengan seorang wanita yang telah menikah juga menjadi sorotan AMPG. Kasus ini dianggap memalukan dan mencoreng citra Partai Golkar secara luas.

Dampak dari serangkaian kasus yang melibatkan Airlangga Hartarto ini sangat merugikan Partai Golkar. Elektabilitas partai ini dapat terancam dan dimanfaatkan oleh lawan politik untuk mendegradasi citra dan popularitas Partai Golkar serta para calon legislatifnya.

Kepemimpinan Airlangga dianggap tidak produktif dan melemahkan Partai Golkar secara keseluruhan. Suara partai menurun dan jumlah kursi di DPR berkurang pada Pemilu 2019. Kinerja Airlangga sebagai pemimpin Partai Golkar menjadi tolak ukur bagi para kader partai dalam menentukan arah masa depan partai.

“Oleh karena itu, para kader berharap agar kepemimpinan yang lebih kuat dapat mengatasi masa sulit yang dihadapi saat ini,” ungkapnya.

Selain itu, upaya Airlangga dalam membentuk koalisi dengan PPP dan PAN juga tidak berhasil. Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) menghadapi kebimbangan, terutama setelah PDIP mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden. PPP pun berubah haluan dan memutuskan untuk bergabung dengan PDIP, sedangkan PAN juga dikabarkan akan menyusul langkah serupa.

Nasib KIB saat ini masih belum pasti, apakah koalisi ini akan bertahan atau tidak. Situasi ini memalukan bagi Partai Golkar yang seharusnya menjadi partai besar dan memiliki pengaruh.

Hingga saat ini, belum ada partai politik lain yang memberikan dukungan terhadap pencalonan Airlangga Hartarto. Partai Golkar terjebak dalam keadaan sulit, setelah KIB yang nasibnya tidak jelas. Muncul wacana tentang Koalisi Besar, namun Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Gerindra menunjukkan ketidakberanian mereka.

“Bahkan, komentar yang merendahkan datang dari PPP dan PAN. Hal ini mengundang keraguan terhadap kualitas Partai Golkar,” ujarnya.

Masa depan Airlangga sebagai calon presiden atau calon wakil presiden sesuai dengan amanat Munas Partai Golkar 2019 dan Rapimnas Partai Golkar diramalkan sangat suram.

Tidak ada partai yang bersedia berpasangan dengan Airlangga Hartarto. “Situasi ini sangat memprihatinkan dan memalukan, karena Partai Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga tampak terombang-ambing dan tidak memiliki arah yang jelas,” pungkasnya.***

wwwwww