Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
14 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
3 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
5
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
3 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Parlemen

Polri Temukan Indikasi Dana Politik Pemilu 2024 dari Jaringan Narkoba Nih!

Polri Temukan Indikasi Dana Politik Pemilu 2024 dari Jaringan Narkoba Nih!
Wakil Direktur Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Kombes Jayadi di Badung, Bali, Rabu (24/5/2023). (Foto: detikBali)
Rabu, 24 Mei 2023 17:45 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

BADUNG - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah menemukan indikasi adanya dana politik yang berasal dari jaringan narkotika. Uang tersebut diduga akan digunakan untuk keperluan kontestasi pada Pemilu 2024.

"Kami menemukan indikasi keterlibatan jaringan narkotika yang mana dananya disalurkan untuk keperluan kontestasi elektoral pada Pemilu 2024," ungkap Wakil Direktur Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Jayadi, pada Rabu (24/5/2023).

Jayadi juga menjelaskan bahwa sejumlah anggota legislatif terlibat dalam peredaran narkotika. Namun, ia belum dapat mengungkapkan secara spesifik jumlah atau persentase anggota dewan yang terlibat dalam peredaran barang terlarang tersebut.


Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri telah mengadakan rapat kerja teknis (rakernis) di Bali mulai Rabu (24/5/2023) hingga Kamis (25/5/2023). Rapat tersebut dihadiri oleh Direktur Reserse Narkoba dari seluruh Indonesia.

Dalam rakernis tersebut, akan dibahas tiga agenda utama. Salah satunya adalah perkembangan peredaran narkotika dalam konteks pemilu.


Selain itu, dalam rakernis juga akan dibahas mengenai perkembangan jenis narkotika baru dan upaya rehabilitasi bagi para pecandu serta penyalahguna narkoba. "Itu adalah agenda yang akan dibahas dalam rakernis," tambah Jayadi.

Kehadiran indikasi dana politik yang berasal dari jaringan narkotika menunjukkan perlunya langkah tegas dari pihak berwenang untuk mengatasi peredaran narkotika dan menjaga integritas proses demokrasi dalam Pemilu 2024. Polri akan terus mengusut kasus ini secara menyeluruh demi menjaga keadilan dan ketertiban masyarakat.***

wwwwww