Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Kampus

Anies Baswedan Kritik Subsidi Mobil Listrik: Tidak Tepat Sasaran dan Hanya Tambah Macet

Anies Baswedan Kritik Subsidi Mobil Listrik: Tidak Tepat Sasaran dan Hanya Tambah Macet
Anies Baswedan.
Senin, 08 Mei 2023 09:55 WIB
JAKARTA – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengecam kebijakan subsidi mobil listrik yang dicanangkan pemerintah pusat. Ia menilai kebijakan tersebut tidak akan menyelesaikan masalah polusi udara dan justru akan memperparah kemacetan di jalan raya. Anies juga mengungkapkan bahwa subsidi mobil listrik hanya akan dinikmati oleh kalangan mampu, sehingga tidak tepat sasaran.

"Soal polusi udara, solusinya bukanlah terletak di dalam subsidi untuk mobil listrik. Pemilik-pemilik mobil listrik adalah mereka yang tidak membutuhkan subsidi," ujar Anies di Tennis Indoor Senayan, dikutip dari detikNews, Senin (8/5/2023).

Anies menambahkan bahwa pemerintah harus memastikan sumber daya yang diberikan untuk rakyat adalah sumber daya yang tepat guna menghadapi tantangan lingkungan hidup. Ia menjelaskan bahwa emisi karbon yang dihasilkan mobil listrik sebenarnya lebih tinggi daripada bus berbahan bakar minyak, terutama jika memperhitungkan jumlah penumpang yang diangkut.

"Kenapa itu bisa terjadi? Karena bis memuat orang banyak sementara mobil pribadi memuat orang jauh lebih sedikit," tegas Anies.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menduga konsumen akan membeli mobil listrik sebagai kendaraan kedua atau ketiga, bukan sebagai pengganti kendaraan bermotor yang sudah dimiliki. Akibatnya, subsidi mobil listrik hanya akan menambah kemacetan jalan raya.

"Pengalaman kami di Jakarta, kendaraan pribadi berbasis listrik, dia tidak akan menggantikan mobil yang ada di garasinya. Dia justru akan menambah jumlah mobil di jalanan, menambah kemacetan di jalanan," papar Anies.

Anies menekankan pentingnya mengalokasikan sumber daya negara melalui sektor-sektor yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat banyak, bukan hanya untuk mendapatkan perhatian dalam percakapan, terutama di media sosial.

Sebagai solusi yang lebih baik, Anies menyarankan penambahan jumlah angkutan umum bertenaga elektrik. Menurutnya, ini bisa menjadi jawaban atas dua permasalahan utama di Indonesia, yaitu polusi udara dan kemacetan lalu lintas.

"Insya Allah, jalan-jalan tol yang sekarang sudah dibangun secara amat baik oleh pemerintahan kedepannya dipenuhi oleh kendaraan kendaraan umum berbasis listrik," tutur Anies.

Pemerintah, melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu), sebelumnya telah mengumumkan subsidi untuk pembelian mobil listrik berupa potongan pajak 10 persen. Namun, aturan ini hanya berlaku untuk mobil listrik dengan kandungan lokal atau TKDN minimal 40 persen. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Nasional
wwwwww