Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
5 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
5
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Parlemen

Pembentukan Koalisi Besar Untungkan Prabowo

Pembentukan Koalisi Besar Untungkan Prabowo
Prabowo dan Zulkifli Hasan. (Foto: istimewa)
Minggu, 09 April 2023 13:36 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pembentukan koalisi besar menguntungkan posisi Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sebagai calon presiden (Capres) 2024.

Menurut pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, jika tidak menguntungkan, Prabowo tidak akan sibuk melakukan pertemuan-pertemuan dengan sejumlah ketua umum partai.

"Kita tahu, setelah pertemuan di kantor PAN, selanjutnya Prabowo menerima dua ketua umum partai, Perindo dan PBB, setelah itu bertemu kembali dengan Zulhas di Kertanegara," kata Adi, Minggu (9/4/2023).

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) itu memandang, Prabowo menaruh harapan besar pada koalisi besar yang bisa dikapitalisasi untuk memantapkan dirinya berkontestasi di Pilpres.

"Kedua, kalau melihat rata-rata kecenderungan, dalam konteks koalisi besar ini Prabowo jauh lebih diuntungkan, karena posisinya sebagai sosok yang memiliki elektabilitas di atas rata-rata dibanding ketua umum yang lain," lanjut Adi.

Selain itu, saat ini Gerindra memiliki perolehan suara Pileg nomor dua. Sehingga, ketika ada wacana pembentukan poros besar, Prabowo kelihatan paling aktif.

"Prabowo aktif mengonsolidasi ulang soal kemungkinan terbentuknya koalisi besar hari ini," demikian Adi Prayitno.***

wwwwww