Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
11 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
9 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
3
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
11 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
4
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
15 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
5
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
9 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
6
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Home  /  Berita  /  Parlemen

Wanita Emas Tuding Pilpres Didesain untuk Ganjar, PDIP: Bila Ada Bukti Sampaikan ke Aparat

Wanita Emas Tuding Pilpres Didesain untuk Ganjar, PDIP: Bila Ada Bukti Sampaikan ke Aparat
Politisi senior PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno. (Foto: Istimewa)
Minggu, 25 Desember 2022 15:55 WIB

JAKARTA - Tudingan wanita emas atau Hasnaeni bahwa Pemilu 2024 sudah didesain untuk memenangkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo enggan ditanggapi serius oleh politisi senior PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno.

Hendrawan menyarankan agar tudingan Hasnaeni diselesaikan melalui pembuktian secara hukum. "Kalau gerutu, omelan, dugaan tak berdasar, dianalisis, kita yang waras akan pusing. Yang penting bila ada bukti, sampaikan kepada aparat pengawas atau aparat penegak hukum,” kata Hendrawan, Minggu (25/12/2022).

Dia menambahkan bahwa selama ini banyak masyarakat yang telah melakukan kecurangan dengan cara yang kurang elegan karena adanya sindrome ketakutan dan ketidakpercayaan.

"Kita sering membayangkan dan memproyeksikan praktik-praktik tercurang dalam kondisi normal karena sindrom ketakutan dan ketidakpercayaan terhadap sistem yang sama-sama kita bangun,” katanya.

Pihaknya meminta masyarakat untuk tidak menghabiskan energi membahas hal yang belum jelas faktanya. "Jangan habiskan energi kita untuk membahas ‘kebisingan’. Lebih baik fokus artikulasi aspirasi dan temu solusi (voices)," tutupnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww