Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
22 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
2
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
22 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
20 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
23 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
8 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
5 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pengamat: OSO Mungkin Punya Proyek Bisnis di IKN

Pengamat: OSO Mungkin Punya Proyek Bisnis di IKN
Lokasi proyek IKN. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 24 Desember 2022 09:03 WIB

JAKARTA - Tantangan debat terbuka Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) untuk membela megaproyek Ibukota Negara (IKN) dinilai punya misi tersembunyi.

OSO yang lantang menantang debat pihak-pihak penolak IKN di Kalimantan Timur disinyalir punya proyek pribadi. "Mungkin juga terkait dengan cawe-cawe agar punya prospek bisnis, kita kan enggak tahu," kata pengamat politik Ujang Komarudin, Jumat (23/12/2022).

Terlepas dari kepentingan OSO, tantangan debat terbuka sukses menyedot perhatian publik. Pasalnya, tak sedikit pihak yang masih menentang keras pembangunan proyek yang ditaksir mencapai Rp 466 triliun.

Ujang pun meminta agar OSO lebih objektif melihat polemik pembangunan IKN dalam perspektif masyarakat luas. "Kalau memang bagusnya diapresiasi, kalau jelek ya dikritisi,” imbuhnya.

Menurutnya, mengkritisi kebijakan pemerintah yang kurang tepat sangat diperlukan dari partai politik agar adanya keseimbangan. "Jangan bisanya hanya sekadar menyanjung apa yang dilakukan pemerintah, tapi mengkritisi juga penting sebagai bagian dari check and balances yang dilakukan parpol,” tutupnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen, GoNews Group
wwwwww