Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
20 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
19 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
10 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Rocky Gerung Duga Pemerintah Coba Tutupi Kecelakaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Rocky Gerung Duga Pemerintah Coba Tutupi Kecelakaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Kecelakaan anjloknya jalur kereta cepat Jakarta- Bandung. (Foto: Istimewa)
Selasa, 20 Desember 2022 13:47 WIB

JAKARTA - Rocky Gerung menduga pemerintah mencoba menutup-nutupi kecelakaan di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) demi menghindari munculnya analisis-analisis negatif terkait proyek tersebut.

Dilansir dari Warta Ekonomi pada Selasa (20/12), akademisi Rocky Gerung mengatakan pemerintah tampak berupaya menutupi pemberitaan terkait kecelakaan yang terjadi akhir pekan lalu itu. "Kita ingin tetap headline itu, breaking news, ini tidak menyebabkan rasa busuk atau analisis macam-macam walaupun sebenarnya sudah terjadi," kata Rocky.

"Sebetulnya orang juga akan bertanya apa betul intelijen Kodam Siliwangi yang memantau duluan itu dan kenapa itu justru data yang beredar. Jadi, ada macam-macam kecurigaan itu muncul karena peristiwa itu ditutupi terkesan ditutup-tutupi," tambahnya.

Terlebih, kata Ricky, korban meninggal dunia dalam perstiwa ini adalah pekerja asal China sehingga kecelakaan ini dapat memengaruhi hubungan bilateral Indonesia dan China serta keberlanjutan proyek itu sendiri.

"Setiap kali kita bicara tentang kereta cepat kita juga berpikir tentang hubungan politik China dan Indonesia. Apa di situ ada soal pemantauan intelijen segala macam, bisa juga. Apakah ada device yang agak-agak canggih di situ sehingga salah setting default pabrikannya," katanya.


Seperti dilaporkan sebelumnya, kecelakaan yang melibatkan rangkaian kereta kerja berupa lokomotif kerja dan mesin pemasangan rel (ballasted) terjadi di Kampung Campaka, Desa Campakamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Minggu (18/12) sore.

Dua Warga Negara Asing (WNA) asal China, Chang Shin Shang (40) dan Chang Shin Yung (36). dilaporkan tewas dalam peristiwa kecelakaan yang melibatkan kereta teknis dan lokomotif Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Keduanya merupakan pekrja teksnis KCJB. "Ya, betul. Info dari Kapolda Jabar (dua korban meninggal dunia WNA). Pekerja teknis," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo, kepada wartawan, Senin.

Selain dua korban meninggal dunia, Dedi mengatakan ada lima korban lain yang mengalami luka berat. Dedi menyebut seluruh korban telah teridentifikasi. Dua korban luka di antaranya bernama Wang jiji dan Jie Thencang. Kemudian para korban meninggal dan luka dibawa ke RS Santosa Kebon Jati Bandung.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota
wwwwww