Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
20 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
19 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
10 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Home  /  Berita  /  Parlemen

Pengamat: Aneh, Jika Ada Kelompok yang Khawatir dengan Kekuatan Anies Baswedan

Pengamat: Aneh, Jika Ada Kelompok yang Khawatir dengan Kekuatan Anies Baswedan
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah. (Foto: Istimewa)
Selasa, 20 Desember 2022 14:00 WIB

JAKARTA - Bakal calon presiden (Bacapres) Partai Nasdem Anies Baswedan yang dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI atas tudingan curi start oleh Aliansi Pemuda Cinta Demokrasi (APCD) dinilai aneh.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai bahwa itu seolah menunjukkan ada pihak-pihak tertentu yang merasa khawatir dengan Anies.

Pasalnya, kampanye itu biasanya dilarang di saat pekan tenang menjelang pemilihan, sehingga sosialisasi sebelum masa itu tidak masuk kategori larangan.

"Kekhawatiran kelompok tertentu pada Anies cukup aneh, seolah Anies miliki kekuatan besar yang layak ditakuti," kata Dedi di Jakarta, Selasa (20/12/2022).

Padahal, kata pengamat politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, tokoh lain yang digadang capres-cawapres pun sudah melakukan sosialisasi untuk pencapresan.

Namun, ketika mantan Gubernur DKI Jakarta itu sosialisasi dan warga yang hadir membludak langsung dinilai pelanggaran pemilu. "Padahal Anies tak ubahnya tokoh lain yang sedang membangun hubungan politik dengan publik, dan itu baik," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Kabar Bertuah, Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww