Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
13 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
10 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
3
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
10 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
12 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
16 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Tiga Hal soal Pencahayaan Ini bisa Meningkatkan Kualitas Tidur Anda

Tiga Hal soal Pencahayaan Ini bisa Meningkatkan Kualitas Tidur Anda
Ilustrasi tidur. (gambar: ist./holisticdentalcenternj)
Jum'at, 01 Juli 2022 14:56 WIB
JAKARTA - Studi terbaru menyebut, paparan cahaya saat tidur di malam hari berkaitan dengan kejadian obesitas, tekanan darah tinggi dan diabetes pada orang dewasa. Berdasar pada jurnal SLEEP yang dibaca di Jakarta, Jumat (01/07/2022), paparan cahaya tak hanya berasal dari lampu, tetapi juga bisa dari televisi, ponsel pintar atau polusi cahaya di kota besar.

"Penting bagi orang-orang untuk menghindari atau membatasi jumlah paparan cahaya saat tidur," jelas peneliti dari Northwestern Medicine Dr Phyllis Zee seperti dilansir News Medical, Kamis (30/6/2022).

Studi Northwestern Medicine ini dilakukan dengan melibatkan 552 partisipan berusia 63-84 tahun. Hanya kurang dari setengah partisipan yang terbiasa tidur dalam kondisi gelap. Partisipan lainnya diketahui terpapar cahaya, meski di pertengahan waktu tidur mereka.

Dr Zee mengungkapkan bahwa ada tiga hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi paparan cahaya saat tidur. Berikut ini adalah ketiga cara tersebut:

1. Tidak menyalakan lampu. Bila membutuhkan cahaya di kamar tidur, khususnya bagi lansia untuk alasan keamanan, coba letakkan sumber cahaya yang redup dekat dengan lantai.

2. Sesuaikan warna. Bila memang tak bisa benar-benar lepas dari cahaya lampu saat tidur, pilih lampu tidur yang memancarkan warna kekuningan, merah, atau oranye untuk mengurangi stimulasi pada otak. Hindari menggunakan lampu yang memancarkan cahaya putih atau biru. Upayakan pula untuk menempatkan sumber cahaya sejauh mungkin dari posisi tidur.

3. Pasang tirai penangkal cahaya atau gunakan masker penutup mata. Kedua hal ini bisa membantu bila sumber cahaya berasal dari tempat yang tak bisa dikontrol, misalnya paparan lampu dari luar jendela kamar tidur.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kabar Bertuah
wwwwww